Terkini...




0

Kejujuran Dan Kematangan Motivasi Dakwah


Assalamualaikum ikhwah dan akhawat sekalian,

Dakwah adalah tugas fitrah manusia yang diamanahkan oleh Allah swt agar manusia saling ingat mengingati dalam kebaikan serta membawa mereka untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat serta membawa kemaslahatan bagi semua makhluk.
 
"Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabbmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS An-Nah l: 125)
 
Namun, dalam kenyataannya, berdakwah itu bukanlah sesuatu yang mudah. Ia adalah merupakan suatu yang fitrah dan telah berlangsung sejak zaman Nabi Adam as bahwa menyeru manusia kepada kebaikan adalah sesuatu yang sangat sukar.
 
"Dia telah mensyari'atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa iaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendakiNya dan memberi petunjuk kepada (agama)Nya orang yang kembali (kepadaNya)." (QS Asy Syura : 13)
 
Kadang-kadang :
 
  1. Habis waktu yang digunakan.
  2. Begitu besar pula biaya yang dikeluarkan.
  3. Banyak tenaga yang dikerahkan.
 
Namun, hasil yang diharapkan tidak begitu seimbang bahkan kemungkinan tiada hasil sama sekali.
 
DAKWAH MEMERLUKAN KEJUJURAN
Sudah semestinya seorang aktivis dakwah perlu  memiliki kesedaran untuk sentiasa jujur kepada Allah swt.
Sebagaimana Nabi Muhammad saw, modal utama baginda dalam berdakwah adalah kejujuran. Bahkan gelaran "al-amiin" telah disandang oleh baginda jauh sebelum baginda diangkat menjadi Rasul oleh Allah swt. Jelaslah, kejujuran Nabi Muhammad saw terpancar pada hatinya, perkataannya, hingga kepada perbuatannya.
"Kerana segala yang berasal dari hati, akan mudah kembali ke hati."
Seorang aktivis dakwah yang jujur kepada Allah dan ikhlas dalam berjuang, akan berpengaruh terhadap hasil dakwahnya.
Kejujurannya itu tidak hanya terserlah dalam ucapannya, tetapi juga :
  1. Ketegasan dalam langkahnya.
  2. Kecerahan pada wajahnya.
  3. Kelembutan pada matanya.
  4. Ketenangan pada sikapnya.
  5. Kejernihan pada pemikirannya.
Kejujuran seorang aktivis dakwah tentu kembali kepada keadaan hatinya.
Apabila hatinya bersih, maka akan mudah ia berlaku jujur kerana segala yang berasal dari hati, akan mudah kembali ke hati.
Maka ketika proses dakwah itu dilakukan dengan jujur kepada Allah, ramai orang yang mendapatkan petunjuk kerananya.
Mereka mendapat petunjuk lantaran hati mereka merasakan kejujuran yang terpancar dari aktivis dakwah yang jujur.
Tidak sedikit dari mereka yang mendapat petunjuk, walaupun :
  1. Hanya baru sekali bertemu.
  2. Hanya berbincang sesaat.
  3. Hanya dengan menatap wajahnya.
Amal dakwah yang dilakukan secara jujur kepada Allah tidaklah lekang oleh waktu. Ia akan tetap abadi sebagai benih amal yang terus tumbuh dan sentiasa berbuah kebaikan.
Itu sebabnya mengapa kisah-kisah Nabi Muhammad saw, para sahabat atau orang-orang yang soleh tetap memberi inspirasi dan memberi tenaga lebih kepada setiap orang yang membacanya, padahal, mereka tidak pernah sekalipun bertemu dengan tokoh-tokoh tersebut.
Seorang pendakwah menjelaskan :
"Jika seseorang jujur kepada Allah dan ikhlas dalam usahanya dalam menegakkan agama, secara automatiknya ia jujur dalam segala perkara. Ia tidak hanya jujur dalam perbuatan, perkataan, organ tubuh, jihad dan dakwahnya. Bahkan pedang, senjata dan perbekalannya pun ikut jujur."
Senjata atau kenderaan akan menjadi jujur selama mana digunakan oleh orang yang jujur.
Kita pun banyak mendengar bagaimana kisah peluru atau batu yang dilontarkan oleh para Mujahid di tanah jihad boleh memberi kesan kerosakan yang begitu hebat bagi musuh-musuh Islam.
Peluru dan batunya sama, tapi mengapa kesannya berbeza?
Ini kerana orang yang menggunakannya adalah orang yang jujur.
Sama halnya dengan kenderaan, apabila digunakan oleh orang yang jujur, kenderaan itu akan ikut jujur dan melahirkan banyak kebaikan-kebaikan.
Sebaliknya, ketika dakwah itu dilakukan dengan tidak jujur kepada Allah sehingga ia jauh dari Allah, apalagi disertai dengan kemaksiatan dan dosa, maka ianya akan memberi pengaruh kepada hasil dakwahnya.
Keburukannya itu bukan hanya terpancar pada dirinya, tetapi juga terukir pada alat, senjata atau kenderaannya.
KEMATANGAN DALAM PERLAKSANAAN DAKWAH
 
Halangan terhadap dakwah di sekitar kita sangat besar samada yang datang dari dalaman para aktivis dakwah itu atau yang datangnya dari luar.
 
Berbagai halangan itu seolah-olah datang menyerang kita dari segala arah tanpa menunggu kita bersedia atau tidak. Di sinilah titik bermulanya sebuah kematangan.
 
Seorang aktivis dakwah yang matang adalah :
 
PERTAMA  : MAMPU BERFIKIR SECARA JERNIH

Yang dimaksudkan di sini adalah walau serumit apapun lingkungan objek dakwah, maka ia mampu untuk menilai masalah berdasarkan jenis atau tingkatan kesulitannya.
 
Kemudian ia menentukan peluang atau penyokong yang ada di samping menilai faktor-faktor yang tidak membantu, kemudian menentukan langkah seterusnya yang perlu diambil.

KEDUA : MEMANFAATKAN SEMUA POTENSI YANG DIMILIKI DAN MENYINGKIRKAN SEMUA HALANGAN

Sekecil apapun suatu organisasi dakwah, pasti ia memiliki sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk menjalankan dakwah dan ini bukan bererti bahwa mereka tidak akan berhasil.
 
Justeru sebaliknya tidak jarang berlaku dengan hanya bermodalkan usaha yang sedikit, namun kita mampu mengembangkan dakwah hingga menjadi besar.

KETIGA : MAMPU MEMOTIVASI DIRI

Biasanya kita akan bersemangat apabila kita melihat sahabat kita bersemangat atau lingkungan yang seakan menarik kita untuk tetap bekerja.
 
Dengan kata lain, biasanya tingkatan produktiviti seseorang dipengaruhi oleh lingkungan kerjanya. Lingkungan yang kondusif akan meningkatkan produktiviti.
 
Namun, perkara inipun sepenuhnya tergantung kepada diri seorang aktivis dakwah tersebut. Seorang yang mempunyai motivasi diri yang kuat akan memiliki sikap istiqamah yang tinggi kepada dakwah walaupun tanpa dukungan dari lingkungan.
 
Orang seperti ini tidak akan mudah patah semangat apabila :
 
  1. Ia mendapati ada kelemahan pada jamaahnya.
  2. Langkahnya turut surut.
  3. Melihat sahabat-sahabatnya mundur.
  4. Menghadapi tentangan dan halangan.
  5. Ia sedang mengalami gejala futur sekalipun.
 
Mereka yang matang tidak akan meninggalkan jamaahnya malah ia akan berusaha untuk memperbaikinya apakah dengan tangannya, lisannya, mahupun hatinya.
 
Ia bahkan semakin giat bekerja ketika menghadapi tentangan kerana ia merasa di situlah kematangannya, kemampuannya dan potensinya sedang diuji kekuatannya.
 
Saat ia sedang 'malas', maka ia akan bersegera menyedari diri bahwa ia sedang berusaha digoda dan dengan bersegera bangkit dari kemalasan tersebut untuk kembali aktif bekerja.
 
Untuk memiliki kematangan seumpama ini tidaklah mudah kerana ia sangat bergantung pada karakteristik psikologi seseorang.
 
Dalam hal motivasi kerja, maka karakter ini boleh dibahagi menjadi dua.
 
Karakter yang pertama adalah karakter yang bebas iaitu seseorang yang mampu untuk memotivasi diri sendiri dan terbiasa untuk memecahkan permasaalahan yang dihadapi sendiri.
 
Karakter ini biasanya dimiliki oleh seseorang yang memiliki sifat-sifat pemimpin, pencetus dan pelopor. Walau dengan segala kelemahannya, ia akan berusaha untuk menemui jalan keluarnya sendiri.
 
Karakter yang kedua adalah bersifat kebergantungan iaitu orang yang perlu kepada orang lain untuk dapat bergerak.
 
Pada keadaan ia sedang menghadapi kesurutan, ia memerlukan orang lain untuk membantunya. Jika ia temui seseorang sebagai tempat mencurahkan apa yang terbuku di hatinya, maka ia akan segera pulih. Jika tidak, maka ia akan menjadi lebih buruk.
 
Jenis yang pertama adalah jenis yang mempunyai konsistensi yang tinggi dan cenderung untuk lebih komited dan mempertahankan keyakinannya selama ia yakin dengan kebenaran yang diperjuangkannya.
 
Jenis yang kedua lebih bergantung pada pihak luar dan lebih mudah untuk terpengaruh. Tentu sahaja tidak ada jaminan bahwa karakter pertama lebih baik dari karakter kedua.
 
Namun, memang dalam sektor dakwah, sangat diperlukan orang-orang yang memiliki karakter pertama.
 
Kematangan dalam bertindak dan berperilaku tanpa selamanya bergantung pada orang lain sangat diperlukan dalam dakwah.
 
Untuk membina kematangan, maka usaha-usaha berikut hendaklah dilakukan :
 
PERTAMA
 
Sentiasa mengingati Allah swt di mana dengan mengingatiNya kita akan tenang dan akan sentiasa teringat akan amanah yang dibebankan di bahu kita. Menyedari posisi diri samada sebagai manusia yang memiliki amanah untuk amar ma'ruf nahi mungkar serta sebagai hamba yang perlu sentiasa menjalankan semua perintahNya.
 
Bahwa sesungguhnya semua amanah itu nantinya akan dipertanggungjawabkan.
 
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan   tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya." (QS Al-Israa' : 36)

KEDUA

Betul-betul memahami tentang kepentingan waktu dan kerugian bagi orang-orang yang menyia-nyiakannya di mana aktivis dakwah sentiasa perlu dalam keadaan bersiap sedia dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan amanahnya.

"Maka apabila kamu selesai (dari satu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. Dan, hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap." (QS Asy-Syarh : 7-8)

KETIGA

Mengenali diri sehingga mampu meningkatkan potensi dan menutup semua jalan masuk yang memungkinkan untuk tidak bersemangat. Seseorang perlu tahu apa yang dapat menjadikannya lebih bermotivasi dan berusaha melaksanakannya serta menjauhi perkara-perkara yang dapat boleh membawa kepada rasa malas.

Tidakkah kita memahami tentang tujuan hidup kita di dunia ini?

"Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku." (QS Az-Zariyaat : 56)

Dalam ayat lain Allahswt  juga berfirman :

"Apakah kamu sekalian mengira bahwa Kami menciptakan kamu sia-sia tanpa tujuan dan kepada Kami kamu tidak dikembalikan?" (QS Al-Mukminun : 116)

KEEMPAT

Mentarbiyah diri samada tarbiyah ruhiyah ataupun tarbiyah jasadiah. Begitu juga samada dengan tazkiyah dan tausiah ataupun kegiatan-kegiatan pembinaan dan pengembangan potensi seseorang individu.

Ini dilakukan sebagai usaha untuk mempertahankan keimanan sebagai ruh dari dakwah itu sendiri.

"Dan orang-orang yang mendapat petunjuk. Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka(balasan) ketaqwaannya." (QS Muhammad : 17)

KELIMA

Menyedari hakikat dakwah dan semua aspek yang mempengaruhinya di mana tentangan terhadap dakwah itu tumbuh melebihi kecepatan dakwah itu sendiri sehingga tidak ada waktu untuk berpangku tangan.

KEENAM

Mulai berhenti untuk hanya memikirkan diri sendiri. Ingat bahwa selain kita, ada hak orang lain atas kita.

Jika waktu yang ada hanya habis untuk memikirkan tentang perasaan kita, emosi kita dan semua ego yang menyelinap pada diri kita, maka kita akan tertindas ke lembah penyakit futur.

Tidak ada salahnya kita juga memperhatikan diri kita sendiri kerana itu penting tapi jangan sampai seluruh usia kita hanya habis untuk kepentingan peribadi.

Ingat, Islam menuntut kita agar kita sentiasa bersikap pertengahan dan bersederhana dalam segala perkara, tidak berlebih-lebihan dan tidak  juga bermudah-mudah.

Apabila semua ini telah diterapkan secara baik, maka insyaAllah akan tercipta singa-singa Allah yang matang dalam sikap dan kedewasaan dalam berfikir.
 
Ya Allah, kurniakanlah kejujuran ke dalam lubuk hati kami yang paling dalam sehingga dakwah yang kami laungkan akan mudah menyelinap dan melekat ke dinding-dinding hati manusia. Kuatkanlah hati kami dengan sikap kematangan yang tinggi sehingga kami tetap bertahan di jalan dakwahMu walau berhadapan dengan badai fitnah dan futur yang melanda.
 
Ameen Ya Rabbal Alameen
WAS

http://tinta-perjalananku.blogspot.com/ 

0 comments:

Post a Comment

Alamat Perhubungan

Pertubuhan IKRAM Malaysia (IKRAM) Daerah Kuala Langat
No. A-2-08, Blok A, Tingkat 2,
Jalan Bunga Pekan 9,
Pusat Perniagaan Banting Uptown,
42700 Banting, Selangor.

GPS: 2.811313,101.503486


Back to Top