Terkini...




0

Fw: [ikram-ajk-DISKUSI] Gerbang Syuhada' Yang Menakjubkan


Assalamualaikum ikhwah dan akhawat sekalian,
Syuhada' merupakan cita-cita dan kedudukan yang paling mulia dibandingkan dengan semua cita-cita yang tidak sempurna.
Sesungguhnya para syuhada' adalah peribadi manusia yang mengetahui bagaimana hidup dan mati mulia, setelah mereka :
1.      Membangun hubungan yang baik dengan Tuhannya.
2.      Mengikat kewujudan mereka yang serba terbatas  dengan hakikat yang paling tinggi dan mulia.
3.      Melupakan diri, harta dan keturunan ketika mereka mengingati Tuhannya,
4.      Menghentakkan dunia dan debunya dan naik ke langit.
5.      Membumbung tinggi di atas dunia ketika akhirat nampak di hadapan mereka, hingga mereka berada di alam yang lain.
Ketika Imam Hasan Al Banna wafat sebagai 'syahid', orang ramai pun berkata :
"Al Banna telah wafat."
Namun ketetapan Allah berkata :
"Tidak, ia :
a.      'Hidup' dalam kuburnya.
b.      'Hidup' dalam hati pengikutnya.
c.       'Hidup' dalam generasi baru yang akan datang.
d.      'Hidup' dalam nilai-nilai yang ditanamkannya.
e.       'Hidup' dalam amal dakwah yang dilakukannya."
Bahkan prinsip-prinsipnya berpindah dari bingkainya dan membebaskan pemikiran Islam dari belenggu daging dan darah untuk meneruskan misinya kepada yang lain.
Pemikiran itu beranjak dari satu hati untuk bersemi kembali dalam hati-hati yang telah dipersiapkan oleh Allah, sedangkan lingkungan yang suci dan tubuh yang mulia telah kembali ke pemiliknya untuk keluar dari dunia ini dengan tawadhu' dan kesederhanaan, sebagaimana dahulu ia masuk dan bersemi dalam dirinya.
Pemerintah pada masa itu turut bersekongkol ketika melarang para pelawat mendekati jenazahnya manakala orang ramai pada masa itu melihat suatu kejanggalan pada jenazah tersebut.
Sepanjang sejarah manusia, mereka baru melihat jenazah yang dipikul di atas bahu wanita dan di bahagian paling depan, seorang gadis tegar dan sabar meratapi ayahnya :
"Ayahku buah hatiku, kami tidak akan berhenti menyampaikan risalahmu dan semoga kedatanganmu menghadap Allah sebagai syuhada' mendapat kemudahan. Meskipun pemerintah melarang orang-orang menghampiri jasadmu sebagai tanda balasungkawa dan terima kasih, kami cukup mengetahui bahawa jiwa-jiwa para syuhada' sentiasa beriringan dengan kami dan semoga penduduk langit mengganti penduduk bumi yang tidak mampu menghantarkan dirimu."
Dalam keheningan jalan yang nyaris kosong dari orang yang lalu-lalang kecuali jenazah yang sepi seorang diri, rumah-rumah di kiri dan kanan meratapi, jendela dan beranda menangis saat mereka melihat Hasan Al Banna ditandu di atas bahu isteri dan puterinya ke peraduan terakhirnya.
HAKIKAT YANG BERBEZA
Dengan kehendak Allah, hati orang-orang yang beriman menjadi tenteram ketika mendengar berita tentang hakikat ini iaitu kehidupan syuhada'di sisi Tuhannya dan menyingkapkan kepada mereka keutamaan akhir perjalanan para syuhada'.
Ternyata, mereka hidup dan diberikan rezeki di sisi Tuhannya. Mereka bahagia dengan kurniaan yang diberikan Allah kepadanya dan mereka menyampaikan khabar gembira tentang akhir perjalanan tersebut kepada orang-orang yang beriman di belakangnya.
Betapa ruginya berpisah dengan orang-orang seperti mereka kerana mereka hidup terangkai dengan kehidupan dan peristiwa.
"Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan kurniaan Allah yang diberikanNya kepada mereka. Dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka bahwa tidak ada kekhuatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS Ali Imran : 169 - 170)
Rasulullah saw bersabda :
"Tatkala saudara-saudara kamu tertimpa musibah (meninggal), Allah menjadikan ruh-ruh mereka dalam kenikmatanyang hijau, mendatangi sungai-sungai syurga, memakan buah-buahnnya, berlindung dengan pelita-pelita yang terbuat dari emas yang tergantung di bawah Arasy. Maka tatkala mereka memperolehi kebaikan makanan, minuman dan perkataan mereka, mereka berujar ;
"Siapakah yang menyampaikan kepada saudara-saudara kami bahwa kami hidup di syurga dengan limpahan rezeki, agar mereka tidak zuhud berjihad dan tidak pernah berundur dari perang? Maka Allah Taala berfirman : " Aku yang akan menyampaikannya untuk kamu." Lalu Allah swt menurunkan ayat di atas."
1.      Allahlah Yang Maha Tahu bagaimana para syuhada' itu tetap hidup di sisiNya.
2.   Allah Yang Maha Menyaksikan bagaimana para syuhada' itu memperolehi kenikmatan hakiki dariNya.
3.   Allah pula Yang Maha Berkehendak bila para syuhada' itu diberi kesempatan untuk melihat keadaan orang-orang yang masih menunggu-nunggu, apakah benar mereka istiqamah menunggu syahid ataukah mereka menunggu-nunggu kerana mencari-cari alasan untuk meringan-ringankan urusan jihad. 
Hakikat yang sangat mulia ini memiliki nilai yang sangat besar dalam memandang segala permasalahan kerana mati :
a.       Bukan akhir dari sebuah perjalanan.
b.      Bukan pula tabir yang menghalang apa yang ada sebelumnya dan sesudahnya sama sekali.
Ayat yang disebutkan di atas merupakan dalil yang jelas-jelas melarang menduga bahwa pejuang-pejuang yang gugur di jalan Allah, berpisah dengan kehidupan ini dan jauh dari tatapan mata manusia adalah mati. Begitu juga dalil yang menyatakan bahwa para syuhada' sentiasa hidup di sisi Tuhannya.
Seterusnya dalil ini memberikan gambaran karakteristik kehidupan yang dijalani oleh para syuhada' bahwa mereka akan mendapat limpahan rezeki.
Ayat ini adalah dalil yang benar dari Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana dan Yang Maha Menjamin.
Oleh yang demikian, sudah selayaknya kita merubah persepsi dan pemahaman kita tentang kematian dan kehidupan.
Di samping itu, dalil ini mengajarkan kita bahwa segala permasalahan pada hakikatnya bukanlah seperti apa yang nampak di mata kita.
KEHIDUPAN RUH JIHAD
Ada hidup yang lebih dari sekadar hidup secara jasad. 
Ada hidup yang tidak berakhir hanya kerana kematian dan hanya para syuhada' yang mendapatkan keistimewaan ini. 
Ruh jihad mereka terus hidup hingga ruh terakhir manusia di muka bumi dicabut dari jasad. 
Ruh jihad mereka terus menyala di sanubari para penunggu syahid untuk menjadi saksi atas janjiNya. 
Inilah kehidupan yang zaman pun mengakui maknanya. 
Inilah kehidupan yang tidak difahami oleh musuh. Mereka mengira dengan memadamkan nafas seorang pejuang, maka ruh jihadnya akan terhenti. 
Sungguh mengkagumkan bahwa ruh jihad itu menular lebih cepat dari satu tarikan nafas itu sendiri. 
Mereka mengira bahwa ikatan persaudaraan kaum muslimin itu hanya dijalin dari satu tanah sebuah negara ke tanah sebuah negara yang lain hingga mereka berfikir bahwa ikatan persaudaraan itu akan putus bila tanah sebuah negara itu telah mereka hancurkan. 
Sungguh dangkal pemahaman mereka. 
Ikatan persaudaraan kaum muslimin itu sebenarnya dijalin dengan tali langit, ketika hati hanya tertuju kepadaNya. Bila mereka hendak memutuskan ikatan ini, satu-satunya jalan yang tersedia adalah memutuskan kesatuan langit, dan cubalah mereka lakukan itu jika mereka mampu. 
SYUHADA' CONTOH SEPANJANG ZAMAN
MUS'AB BIN UMAIR
Masih ingatkah kita dengan akhir hidup seorang pemuda yang tampan wajahnya mirip dengan wajah Rasulullah saw. Di Makkah, dialah pemuda yang diminati. Bila ia berjalan, setiap mata pun tertuju kepada si penarik perhatian ini. 
Tetapi bagaimana keadaan pemuda ini setelah dia menyuarakan ketauhidan? 
Tertunduk wajah para sahabat melihatnya. Amat berbeza antara sebelum dan sesudahnya. Dia lah 'Duta Islam' yang pertama. Hijrah menjadi begitu bermakna melalui peranan pentingnya.
Justeru bagaimanakah akhir hayatnya ? 
Pemegang Panji Islam dalam Perang Badar dan Uhud ini menunjukkan bagaimana mukmin yang amanah itu sebenarnya. 
Siapakah pemuda ini? 
Beliaulah Mus'ab bin Umair. 
Kematian sudah menghampirinya ketika tusukan pedang musuh meminta ia melepaskan panjinya. Sambil tetap memegang panjinya, lidahnya tidak berhenti mengulang-ulang bahwa Muhammad adalah Utusan Allah dan telah berlalu sebelumnya utusan-utusan Allah. 
Ketika syahid, tidak ada kain yang mencukupi untuk menutup jasadnya. Bila bahagian kepala yang ditutup maka bahagian kaki terbuka, bila bahagian kaki yang ditutup maka bahagian kepala pula yang terbuka. 
Ketika melihat jasad Mus'ab, tidak ada kalimat yang keluar dari Rasulullah saw selain : 
"Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah" (QS Al Ahzab : 23) 
ZAIDBIN HARITHAH, JA'AFAR BIN ABI TALIB DAN ABDULLAH BIN RAWAHAH
Siapakah yang tidak bergetar hatinya membaca kisah gugurnya tiga pemuda panglima Islam sekaligus, Zaid, Ja'far, dan Ibnu Rawahah, hanya untuk menjaga agar panji Islam tidak jatuh hingga Rasulullah SAW pun terdiam ketika mendapat khabar dari langit mengenai syahidnya orang-orang yang terdekat dan dicintainya itu ? 
Menangkah musuh kerana syahidnya mereka ? 
Amat jauh perbezaannya apa yang disangka dan apa yang nyata. 
Justeru keangkuhan Romawi menjadi padam kerana ruh jihad mereka. Perginya mereka justeru 'melahirkan' seorang Khalid, sang panglima yang dikurniakan Allah untuk tidak pernah merasakan kekalahan dalam setiap peperangan yang dipimpinnya. 
Terhentikah hidup mereka? 
Ruh jihad mereka semakin menyala di hati para pejuang penegak kalimatNya hingga akhir zaman. 
ABDULLAH AZZAM
Siapakah yang melumpuhkan kekuatan Soviet Union yang menakutkan bagi mereka yang takut selain kepada Allah ? 
Afghanistan pun menjadi seperti neraka bagi tentera beruang merah itu. Afghanistan menjadi bahan bukti betapa golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak iaitu hanya dua syarat : 
1.      Ketauhidan yang disertai dengan kesabaran.
 2.      Persaudaraan orang-orang beriman seumpama satu tubuh. Bila bahagian yang satu disakiti, bagaimana mungkin bahagian yang lain tidak merasakan sakit. 
Syaikh Abdullah Azzam yang bergabung dalam Mujahidin Afghanistan seolah-olah mengulangi apa yang pernah terjadi dahulu ketika seorang Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pun terjun ke medan jihad menyelamatkan Syam yang diserang oleh pasukan Tartar.
Lalu bagaimanakah keadaan Afghanistan ketika ini ? 
Apakah yang diperolehi oleh musuh di sana ? 
Syurgakah atau Nerakakah ? 
AHMAD YAASIN
Apakah bentuk ketakutan yang wujud di benak musuh ketika mereka merancang untuk memadamkan nafas seorang Ahmad Yaasin sehingga mereka perlu menunggu waktu solat subuh berjamaah di mana cara yang digunakan itu hanya menunjukkan siapakah yang pengecut dan siapakah yang takut. Roket tanpa kendalian manusia dari sebuah helikopter tempur yang istimewa pula harus ditembak hanya untuk menghentikan ruh seorang Ahmad Yaasin. 
Jadi, siapakah Ahmad Yassin? 
Seorang tua dan boleh dikira sebagai seorang buta yang lidahnya tidak digunakan kecuali untuk berzikir. 
Ia benar-benar mendefinasikan siapakah ulama itu sebenarnya ketika tidak ada ketakutan dalam hatinya kecuali hanya kepada Allah. 
Medan jihad membebaskan tanah yang dirampas adalah rumah baginya yang hanya mampu duduk di kerusi roda ketika sisa bahagian tubuh yang mampu digerakkan hanya tinggal sedikit iaitu di bahagian kepalanya yang gerakannya tidak lebih dari sebuah isyarat. 
Berhasilkah musuh menghentikan ruh jihadnya ? 
Cukuplah Gaza menjadi jawabannya. 
Logik apakah lagi yang mampu menjelaskan golongan yang sedikit mampu memukul golongan yang banyak? 
Masihkah kita ingat akan Solat Jumaat pertama di Gaza setelah pencerobohan kaum yang pengecut itu? 
Pesawat tempur musuh berlegar-legar di atas para jamaah yang menyelesaikan solat mereka. Udara bergetar menderu-menderu dek kerana dekatnya sang burung besi pemangsa dengan mereka yang hendak dijadikan mangsa. 
Lalu apakah yang terjadi dengan para jamaah solat? 
Sedikit pun mereka tidak berganjak dari tempat solat mereka. 
Hati mereka khusyuk mengingati Allah, Penggenggam setiap nyawa. Mereka tidak menggembar-gembor untuk menakuti musuh dengan ancaman kosong melainkan dengan lidah yang hanya dipakai untuk berzikir untuk mengukuhkan ketakutan hanya kepada-Nya. 
Berhasilkah musuh menakuti mereka? 
Yakinlah, getaran udara yang menderu-deru mengibas rambut para jamaah tersebut tidak mampu mengatasi getaran ketakutan yang merayap ke dalam hati, jantung dan seluruh tubuh pemandu pesawat tempur itu. 
Oleh yang demikian, siapakah yang takut dan siapakah yang menakutkan? 
MENGAPA PARA SYUHADA' TETAP HIDUP?
Mereka, para syuhada' adalah sebahagian dari komuniti manusia, hidup bersama kita, kemudian terbunuh dan berpisah dengan kehidupan yang kita ketahui melalui penglihatan kita.
Namun, kerana mereka dibunuh di jalan Allah;
1.      Memandang kecil segala tujuan yang hina.
2.      Mengorbankan jiwanya demi membela agama Allah.
Maka, sesungguhnya Allah memberitahukan bahwa mereka tidak mati.
Di samping itu, kita dilarang membuat andaian seperti itu, Allah juga menegaskan bahwa mereka hidup di sisi Allah dan dilimpahi dengan rezeki. Mereka menerima rezeki dariNya sebagai sambutan kehidupan baru.
Di antara karakteristik kehidupan itu juga,
"Mereka bahagia dengan kurniaan yang diberikan oleh Allah kepada mereka."
Mereka menyambut rezeki Allah dengan hati bahagia kerana mereka mengetahui bahwa itu merupakan kurniaan Allah yang dilimpahkan kepada mereka dan bukti keridhaan allah sebagai buah pengorbanan mereka di jalan Allah.
Jadi apa lagi yang dapat membahagaiakan mereka dari rezekiyang menjanjikan keridhaan Allah?
Di samping itu, mereka merasa girang hati dengan saudara-saudara yang ditinggalkannya untuk menyampaikan khabar gembira kepada mereka tentang keridhaan Allah kepada orang-orang yang beriman yang berjihad.
 "Dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di bealakang yang masih belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhuatiran pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih." (QS Ali imran : 170)
Proses transformasi yang menakjubkan ini mendorong kaum muslimin untuk memperolehi darjat dan kedudukan para syuhada' di sisi Tuhannya dan di samping zat Yang Maha Mulia.
Melalui pemahaman ini, derap langkah yang diayunkan oleh para syuhada' dihalakan untuk mencari syahadah, bahkan mereka bergegas mencapainya dengan semangat berkobar-kobar dan kerinduan yang menakjubkan.
RENUNGAN UNTUK KITA
a. Sungguh aneh mereka yang menyatakan ingin syahid tetapi kehidupan hariannya menunjukkan apa sebenarnya yang dicari. Cukuplah sebagai pembeza ketika orang-orang yang keadaannya lain di mulut lain di hati lebih senang bersantai daripada memenuhi janjinya. Tempat duduk mereka terlalu nyaman dibandingkan dengan perjuangan menegakkan kalimat tauhid yang kesannya adalah terhadap harta dan jiwa mereka. 
b. Sungguh aneh mereka yang menyatakan ingin syahid tetapi banyaknya ketawa mereka yang hanya menjauhkan diri mereka dari apa yang dicita-citakannya. 
c. Sungguh aneh mereka yang merindukan syahid tetapi tidak mempersiapkan apapun untuk kedatangan tetamu istimewa mulia itu. 
d. Bagaimana mungkin tetamu istimewa berkenaan datang apabila yang dipersiapkan berbeza dari apa yang sepatutnya disediakan untuk sang tetamu tersebut. Tetamu yang ini datang membawa khabar kematian yang mulia dan membawa kehidupan sebenarnya, sedangkan apa yang dipersiapkan jelas untuk tetamu yang membawa khabar betapa indah dan nikmatnya dunia. 
e. Sungguh aneh mereka yang menunggu jihad hanya bila sudah bertemu musuh di medan juang.
Tidak sedarkah mereka bahwa sekarang adalah masanya : 
1. Musuh yang tidak terlihat oleh mata zahir telah merosakkan barisan mereka. 
2. Akidah mereka telah disamarkan. 
3. Kitab mereka telah digantikan dengan kitab-kitab lain yang mereka baca dan kaji. 
4. Waktu mereka dialihkan dengan yang sia-sia dan yang telah membuatkan mereka lupa. 
5. Ketakutan mereka kepada Allah telah diimbangi dengan ketakutan kepada manusia. 
Adakah mereka yang merasa mampu untuk menegakkan Kalimat Allah senang dengan hanya duduk-duduk sahaja? 
Adakah mereka akan meneruskan perjalanan yang dipenuhi dengan : 
1.      Canda tawa?
2.      Kesenangan?
3.      Tidur yang nyenyak?
4.      Mensia-siakan waktu?
5.      Harta melimpah ruah?
6.      Pujian dari pencinta dunia? 
Hanya mereka yang mengambil pelajaran dari sirah Rasulullah saw dan orang-orang yang beriman mampu meneruskan perjalanan yang dipenuhi dengan berbagai ujian dan cobaan yang tidak jauh berbeza dari apa yang dialami oleh para pendahulu mereka. 
Ketika perjuangan mereka dipenjara dan ditawan oleh orang-orang yang lupa, cukuplah kalimat dari sebenar-benar ulama' yang dijemput oleh malaikat maut dalam penjara penguasa semata-mata untuk menegakkan jihad utama yang menjadi jawaban mereka. 
"Manusia yang dipenjara adalah mereka yang terpenjara dari Rabbnya dan manusia yang tertawan adalah mereka yang ditawan oleh hawa nafsunya"(Ibnu Taimiyah)
 
Ya Allah, mudahkanlah kami untuk menyusuri jalan para syuhada' yang telah menunaikan janji mereka kepadaMu kerana sesungguhnya mereka hakikatnya hidup di sisiMu dengan memperolehi rezeki yang tidak terbatas.
 
Ameen Ya Rabbal Alameen
WAS


0 comments:

Post a Comment

Alamat Perhubungan

Pertubuhan IKRAM Malaysia (IKRAM) Daerah Kuala Langat
No. A-2-08, Blok A, Tingkat 2,
Jalan Bunga Pekan 9,
Pusat Perniagaan Banting Uptown,
42700 Banting, Selangor.

GPS: 2.811313,101.503486


Back to Top