Terkini...




0

Perzinaan Membawa Kehancuran


Assalamualaikum ikhwah dan akhawat sekalian,
Zina adalah sebuah kemaksiatan besar yang ketika ini semakin dipandang ringan oleh umat manusia. Samada diakui atau tidak, saat ini, perzinaan telah berlaku secara meluas dalam masyarakat kita dan dunia. 
"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk". (QS Al Israa' : 32) 

Fenomena ini mengingatkan kita kepada peringatan Rasulullah saw :

"Pasti akan ada dari umatku suatu kaum yang (berusaha) menghalalkan zina, sutera, khamar (minuman keras) dan alat-alat muzik." (HR Bukhari)

Maksud hadis tersebut bahwa akan ada di antara umat Nabi Muhammad saw ini beberapa kaum yang sudah tidak kuasa lagi menahan hawa nafsu. Akibat tidak mampu menahan nafsu ini ia lalu meremehkan beberapa larangan di atas sehingga merasakan seolah-olah ianya halal. 

Kita memahami hadis tersebut sedemikian kerana sesiapapun tentu memahami bahwa perzinaan itu tidak halal atau HARAM hukumnya.
Hanya disebabkan kelemahan akallah, ia sanggup tunduk dan bersujud di hadapan syaitan dengan melakukan perzinaan. 

Disebabkan oleh kelemahan hatinya sehingga ketika muncul suara yang mengingatkan buruknya perzinaan, ia tidak kuasa untuk melarikan diri dari lubang lumpur perzinaan.

Ya, sesungguhnya firman Allah swt dalam surah Al Isra' ayat 32 di atas adalah sangat jelas di mana di dalam ayat tersebut Allah swt melarang manusia mendekati zina.
Maksud mendekati zina adalah :
"Menempuh jalan yang boleh menghantarkan kita kepada perzinaan." 

Dengan menggunakan mafhum `muwafaqah', jika mendekati sahajapun telah dilarang maksudnya :
"Jika menempuh jalan-jalan dan faktor-faktor yang menuju kepada perzinaan sahajapun dilarang apatahlagi kalau melakukan perbuatannya!" 

Di dalam tafsir Kalamul Mannan, Syaikh Abdur Rahman Nashir As Sa'di berkata : 

"Larangan Allah untuk mendekati zina itu lebih tegas daripada sekadar melarang perbuatannya, kerana bererti Allah melarang semua perkara yang menjurus kepada zina dan mengharamkan semua faktor-faktor yang mendorong kepadanya." 

Selanjutnya Syaikh Abdur Rahman menjelaskan : 


"Al-Fahisyah adalah sesuatu yang di anggap sangat buruk dan keji oleh Syari'at, oleh akal sihat dan fitrah manusia kerana mengandungi pelanggaran terhadap hak Allah, hak wanita, hak keluarganya atau suaminya dan merosakkan kehidupan rumah tangga serta bercampurnya (kacaunya) nasab keturunan." 

Begitulah buruknya perzinaan ini hingga para ulama' menganggap perzinaan sebagai dosa yang sangat besar. 
ZINA PERBUATAN HINA
Rasulullah saw bersabada :
"Tidak halal darah seorang muslim, kecuali tiga orang, iaitu laki-laki yang berzina, orang yang membunuh jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya (murtad) yang keluar dari jamaah muslim".
Dari hadith di atas betapa kita melihat bahwa perbuatan zina yang hina itu membolehkan pelakunya untuk dibunuh kerana perbuatan yang dilakukannya itu termasuk perbuatan dosa besar yang sangat merosakkan dan ianya dinyatakan secara berurutan iaitu dimulai dengan perbuatan yang paling kerap berlaku iaitu zina, kemudian disusuli oleh pembunuhan dan akhirnya kekufuran.
Rasulullah saw menyebutkan dari segi tingkatan kerusakannya dan kesan negatifnya lalu disebutkan bahwa zina merupakan perbuatan yang memiliki tingkatan kerusakan yang paling besar.
Perzinaan adalah bertentangan dengan kemaslahatan, iaitu ia mampu merusakkan tatacara kehidupan masyarakat.
Apabila seorang perempuan berzina, maka :
1.      Ia telah menciptakan keaiban kepada suami atau keluarganya.
2.      Kehormatannya akan jatuh di hadapan manusia.
3.      Ia akan menjadi hina di hadapan manusia mahupun di sisi Allah Rabbul Alamin.
Jika perempuan itu hamil dari hasil perzinaan dan membunuh anaknya samada dengan menggugurkannya atau membuangnya di tempat-tempat yang tidak sepatutnya, maka ia telah melakukan dua tindakan jenayah sekaligus.
Manakala, jika pada waktu yang sama ia hamil dari hasil hubungannya dengan suaminya yang sah, maka ia telah memasukkan orang asing dalam keluarganya. Inilah kerusakan yang ditimbulkan dari seorang perempuan yang berzina.
Sementara kerusakan yang ditimbulkan oleh laki-laki yang berzina adalah juga berlakunya percampuran nasab, iaitu ketidakjelasan dari mana janin itu sehingga tidak ada kejelasan status bayi yang akan lahir. Selain itu, laki-laki itu juga telah menjerumuskan perempuan ke dalam kerusakan dan kehancuran.
Jenis jenayah dan dosa besar inilah yang menyebabkan kerusakan, kehancuran dan keburukan pada dunia dan agama.
Perzinaan menyebabkan :
a.       Kefakiran.
b.      Memendekkan umur.
c.       Muka menjadi hitam di hadapan manusia.
d.      Menimbulkan kemarahan orang lain.
e.       Menghancurkan dan mematikan hati.
f.       Menimbulkan sakit hati.
g.      Menyebabkan kesedihan dan kekhuatiran.
Sa'ad bin Ubadah berkata :
 
"Seandainya aku melihat seorang laki-laki berzina dengan isteriku, maka akan aku  penggal leher laki-laki itu dengan pedang".
 
Perkataan Sa'ad itu sampai ke telinga Rasulullah saw dan baginda berkata :
 
"Apakah kamu hairan dengan kecemburuan Sa'ad?" Sesungguhnya aku lebih cemburu daripada Sa'ad dan Allah lebih cemburu daripada aku. Oleh kerana itu, Allah mengharamkan kekejian-kekejian yang nampak dan yang tersembunyi". (Muttafaq alaih).
 
Baginda saw juga bersabda :
"Sesungguhnya Allah cemburu (tersinggung) dan seorang mukmin harus cemburu. Ketersinggungan Allah adalah ketika hambaNya melakukan apa yang dilarang oleh Allah". (HR Bukhari Muslim)
 
Dalam hadist yang lain, ketika baginda berkhutbah untuk solat gerhana matahari, baginda bersabda :
"Wahai umat Muhammad, tidak ada yang lebih tersinggung (ghirah) melebihi Allah ketika seorang hamba laki-laki dan perempuan berzina. Wahai umat Muhammad, seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui niscaya kamu akan banyak menangis dan sedikit tertawa". Kemudian, Rasulullah saw mengangkat kedua tangannya dan berkata, "Ya Allah, apakah hal ini sudah aku sampaikan?".
 
Ada rahsia yang penting di sebalik penyebutan dosa besar zina pada ketika solat gerhana.
Berleluasanya perbuatan zina adalah tanda-tanda kehancuran dunia dan dekatnya hari kiamat, dan gerhana adalah satu satu bentuk tanda kiamat sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadist riwayat Anas bin Malik, ia berkata :
"Akan aku beritahu berita yang tidak akan diberitahu oleh seorangpun yang sesudahku. Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, "Termasuk tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu dan menyebarnya kebodohan, berleluasanya minuman arak dan perzinaan. Perempuan akan berjumlah banyak sebaliknya laki-laki sedikit sehingga laki-laki satu berbanding lima puluh perempuan".
 
Sunnah Allah berlaku pada makhlukNya di mana jika perzinaan berleluasa, maka Allah murka kepada mereka. Jika kemurkaan Allah terus berlangsung, maka ia akan menurunkan hukuman-Nya ke bumi.
Abdullah bin Mas'ud berkata :
"Tidaklah muncul perzinaan di sebuah negeri, kecuali Allah mengumumkan kehancurannya".
Beliau juga pernah bertanya tentang dosa-dosa besar kepada Rasulullah saw :

"Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar disisi Allah? 
Baginda bersabda : "Engkau menjadikan bersama Allah sekutu yang lain, padahal Dia menciptakanmu". 

Dia (Ibnu Mas'ud) berkata: "Kemudian apa?" 

Baginda bersabda : "Engkau membunuh anakmu kerana khuatir dia makan bersamamu." 

Dia berkata: "Kemudian apa?" 

Baginda bersabda : "Engkau berzina dengan isteri jiran tetanggamu." 

Kemudian Rasulullah saw membacakan ayat :
"Iaitu orang-orang yang tidak menyeru bersama Allah sembahan yang lain dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak dan tidak berzina. Dan barang siapa melakukan yang demikian akan mendapatkan dosa, akan dilipat gandakan azabnya pada hari kiamat dan kekal di dalamnya dengan terhina." (QS Al Furqan 68 – 69) 

Sebagai dosa besar yang banyak diremehkan oleh umat manusia maka Rasulullah saw mengatakan bahwa yang paling banyak menjerumuskan manusia ke dalam neraka adalah mulut dan kemaluan. 

Rasulullah saw ditanya tentang hal yang paling banyak menjerumuskan manusia ke dalam neraka, baginda bersabda : "Mulut dan kemaluan." (HR Tirmizi) 

Maka sudah sepatutnyalah kalau tentang perkara ini Imam Ahmad mengatakan :


"Aku tidak melihat ada dosa yang lebih besar setelah membunuh jiwa selain daripada zina." 

Ibnu Mas'ud berkata : 


"Tidaklah muncul riba dan zina pada suatu daerah kecuali Allah mengizinkan negeri itu dihancurkan. " 

Ibnul Qayyim menerangkan keburukan yang dimaksudkan di dalam ayat di atas (QS Al-Isra': 32), iaitu :

1. Kehancuran.
2. Kerusakan.
3. Kekafiran di dunia.
4. Kehinaan dan kesengsaraan di akhirat.

Ayat, hadis dan pendapat ulama' tersebut menyatakan dengan jelas tentang buruknya zina.

a. Allah swt mengatakan bahwa zina adalah perbuatan keji dan jalan yang sangat buruk.
b. Rasulullah saw bersabda bahwa zina adalah dosa besar yang banyak menjerumuskan manusia ke dalam neraka.
c. Begitu juga pendapat para Ulama' tentang keburukannya.
d. Manakala menurut akal yang sihat dan fitrah yang suci, bolehlah kita tanyakan pada diri kita sendiri tentang kekejiannya.

JALAN MENUJU PERZINAAN 

Sebagaimana yang telah diajarkan oleh Allah swt, kita mesti berhati-hati untuk tidak memasuki jalan-jalan yang boleh mendekati zina.

Bersabar untuk tidak masuk ke jalan-jalan tersebut lebih mudah daripada sabar untuk tidak berzina ketika sudah berada di atas jalannya. 

Maka janganlah mendekati zina dan janganlah masuk ke dalam jalan-jalan yang mendekatinya. 

Di antara jalan-jalan yang menuju perzinaan adalah : 

PERTAMA : MEMANDANG LAWAN JENIS 

Persoalan memandang adalah persoalan yang kelihatannya remeh, namun ini sangat erat sekali hubungannya dengan zina.

Pandangan mata ibarat panah beracun sebagaimana sabda Rasulullah saw :

"Sesungguhnya pandangan mata itu adalah anak panah beracun dari panahan iblis". (HR At-Thabrani)

Jika seseorang terkena panah beracun, meskipun anak panah telah dicabut, namun racun tetap akan menjalar di dalam tubuh kita. 

Demikianlah pandangan mata, meskipun mata tidak lagi memandang, namun akibat yang ditimbulkan oleh pandangan ini tidak segera hilang. Pandangan itu telah meracuni hati sehingga wajah yang dipandang tetap terbayang difikirannya. 

Untuk menghindarkan dari kesan ini Allah swt berfirman : 

"Katakanlah kepada orang-orang beriman laki-laki hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (QS An-Nur : 30)

Demikian pula Allah memerintahkan kepada wanita agar menahan pandangannya terhadap laki-laki dan menjaga kemaluannya.

Allah swt berfirman :

"Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya. " (QS An Nur : 31)

Bagi mengurangkan pandangan yang akan mengakibatkan kepada terbukanya jalan menuju perzinaan, Allah memerintahkan para wanita mu'minah agar menutup auratnya.

Allah swt berfirman : 

"Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya dan hendaklah mereka menutupkan kain tudungnya ke dadanya." (QS An-Nur : 31) 

Rasulullah saw bersabda :

"Pandangan mata itu adalah salah satu panah di antara panah iblis". 

KEDUA : PERGAULAN BEBAS ATAU CAMPUR ADUK ANTARA LAKI-LAKI DAN WANITA

Orang yang telah terkena panah syaitan yang beracun tidak akan merasa cukup dengan memandang lawan jenisnya. Ia akan berusaha untuk berkenalan. Seterusnya ia akan bertemu untuk bercakap-cakap.


Jalan ini lebih lebar menuju perzinaan daripada sekadar memandang.

Kita boleh saksikan betapa banyak perzinaan berlaku yang disebabkan dari perkenalan mereka di pejabat atau keakraban mereka di sekolah atau aktiviti mereka di dalam suatu organisasi, persatuan dan lain-lain. 

Allah swt berfirman :

"Kalau kamu meminta kepada mereka sesuatu keperluan, mintalah dari balik hijab (tabir), yang demikian lebih suci bagi hatimu dan hati mereka." (QS Al Ahzab : 53) 

KETIGA : KHALWAT (BERDUA-DUAAN) DENGAN SEORANG WANITA YANG BUKAN MAHRAM 

Jalan yang ketiga ini lebih lapang dan terang menuju kepada perzinaan daripada sekadar melihat dan bergaul. 

Ini tidak pelik kerana apabila seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang wanita yang bukan mahramnya kecuali yang ketiganya adalah syaitan. 

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda : 

"Janganlah sekali-kali seorang (di antara kamu) berdua-duaan dengan wanita, kecuali dengan mahramnya". (HR Bukhari dan Muslim) 

Khalwat ini boleh juga berlaku di kawasan orang ramai namun masyarakat tidak mempedulikan apa yang berlaku.

Contohnya :

1. Di dalam kereta.
2. Berbonceng motosikal.
3. Di tempat hiburan.
4. Di kawasan pelancongan. 

Meskipun tempat ini ramai, tetapi sudah maklum kalau sudah ada dua orang berbeza jenis yang bergandingan tangan atau bahkan berciuman atau bahkan berpelukan maka ia sebenarnya termasuk dalam kategori berkhalwat.

Kita juga saksikan bagaimana anak muda ketika ini membonceng motorsikal. Yakinkah kita bahwa mereka adalah suami isteri? 

Bermula dari sekadar memandang, kemudian bertemu lalu bercerita di tempat orang ramai dan seterusnya membuat janji untuk mencari tempat yang tersembunyi samada di taman-taman, di hotel atau mungkin juga di rumah-rumah pasangan tersebut. 

Jika sudah berada di tempat yang tersembunyi, maka berlakulah apa yang akan berlaku.

Ada satu lagi jalan yang lebih merbahaya di zaman teknologi maklumat sekarang ini di mana khalwat boleh berlaku melalui 'internet' di mana walaupun masing-masing lawan jenis berada di tempat yang berbeza namun mereka boleh berinteraksi secara `live' menggunakan kamera kecil di komputer masing-masing dan ini sungguh memberikan kesan yang amat buruk kepada pelakunya. 

Hanya keajaiban sahaja yang boleh menghalangi mereka dari datangnya murka Allah yang disebabkan oleh perzinaan. 

Ini jangan difahami bahwa kalau di dunia mereka selamat bererti kemurkaan tidak datang, barangkali justeru Allah kelak akan memperlihatkan kemurkaanNya yang lebih dahsyat di akhirat nanti tanpa mengurangi kadarnya di dunia sedikit pun, Na'uzubillahi min Zaalik.

Ya Allah, jauhkanlah kami dari jalan-jalan yang boleh membawa kepada perzinaan. Selamatkanlah anak cucu kami dari terjerumus ke lorong-lorong yang cukup merbahaya ini. Kuatkanlah iman kami dalam menghadapi ujian panahan syaitan yang cukup tajam dan berbisa ini.

Ameen Ya Rabbal Alameen
WAS
http://tinta-perjalananku.blogspot.com/ 

0 comments:

Post a Comment

Alamat Perhubungan

Pertubuhan IKRAM Malaysia (IKRAM) Daerah Kuala Langat
No. A-2-08, Blok A, Tingkat 2,
Jalan Bunga Pekan 9,
Pusat Perniagaan Banting Uptown,
42700 Banting, Selangor.

GPS: 2.811313,101.503486


Back to Top