Terkini...




0

Membentuk Komitmen Sejati

Assalamualaikum ikhwah dan akhawat sekalian,
Dakwah yang berjaya selalunya bergantung kepada ketulusan komitmen pendukung-pendukungnya terhadap organisasi sehingga mereka tetap teguh dan tidak berganjak dari menepati janji mereka dengan Allah swt.
"Dan antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah ; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-menunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah janjinya." (QS Al-Ahzab : 23)
KOMITMEN TERHADAP ORGANISASI
 
Dalam kaitannya dalam komitmen terhadap organisasi, ada tiga faktor yang berbeza dalam  mendefinasikan sesebuah komitmen. Ketiga-tiga faktor tersebut adalah :
 
PERTAMA : KOMITMEN SEBAGAI KETERIKATAN PERASAAN KASIH SAYANG  TERHADAP ORGANISASI
 
Ia adalah tingkatan keterikatan secara psikologi dengan organisasi berdasarkan seberapa baik perasaannya mengenai organisasi. Komitmen jenis ini muncul dan berkembang oleh dorongan adanya suasana kondusif, keamanan dan manfaat lain yang dirasakan dalam suatu organisasi yang tidak diperolehinya dari tempat atau organisasi yang lain.
 
Semakin kondusif dan tinggi manfaatnya yang dirasakan oleh seseorang aktivis dakwah, semakin tinggi pula komitmennya pada organisasi tersebut.
 
KEDUA : KOMITMEN SEBAGAI HARGA YANG PERLU DITANGGUNG JIKA MENINGGALKAN ATAU KELUAR DARI ORGANISASI
 
Boleh didefinasikan sebagai keterikatan anggota secara psikologi pada organisasi kerana harga yang dia tanggung sebagai akibat jika keluar dari organisasi.
 
Dalam kaitannya dengan ini seseorang aktivis dakwah akan membuat perkiraan terhadap manfaat dan pengorbanan atas keterlibatannya dalam organisasi atau menjadi anggota suatu organisasi.
Ia akan cenderung untuk memiliki daya tahan atau komitmen yang tinggi dalam keanggotaannya jika pengorbanan akibat keluar dari organisasi semakin tinggi.
 
KETIGA : KOMITMEN SEBAGAI KEWAJIBAN UNTUK TETAP BERADA DALAM ORGANISASI
 
Ia adalah keterikatan seseorang aktivis dakwah secara psikologi dengan organisasi kerana kewajiban moral untuk memelihara hubungan dengan organisasi.
 
Dalam kaitan ini, ia adalah sesuatu yang mendorongnya untuk tetap berada dan memberikan sumbangan pada keberadaannya dalam suatu organisasi samada bersifat material ataupun tidak.
 
Begitu juga, ia berlaku kerana wujudnya kewajiban moral di mana seseorang akan merasa tidak selesa dan bersalah jika tidak turut melakukan sesuatu di dalam organisasi.
 
PROSES BERLAKUNYA KOMITMEN TERHADAP ORGANISASI
 
Komitmen seseorang aktivis dakwah terhadap organisasi merupakan sebuah proses berterusan dan ia merupakan sebuah pengalaman individu ketika bergabung dalam sebuah organisasi.
 
Ada sejumlah cara yang boleh dilakukan untuk membangun komitmen aktivis dakwah terhadap organisasi, iaitu :
  1. JADIKAN IA BERKARISMATIK
Jadikan visi dan misi organisasi sebagai sesuatu yang karismatik iaitu sesuatu yang dijadikan tempat berpijak serta dasar bagi setiap aktivis dakwah dalam berperilaku, bersikap dan bertindak.
  1. BANGUNKAN TRADISI
Segala sesuatu yang baik dalam organisasi perlu dijadikan sebagai suatu tradisi yang secara terus menerus dipelihara, dijaga oleh generasi berikutnya.
  1. ADAKAN PERATURAN RUNGUTAN YANG KOMPREHENSIF
Jika ada keluhan atau aduan dari pihak luar ataupun dalaman organisasi maka organisasi mesti memiliki prosedur untuk mengatasi keluhan atau aduan tersebut secara menyeluruh.
  1. SEDIAKAN KOMUNIKASI DUA HALA SECARA MELUAS
Jalinlah komunikasi dua hala dalam organisasi tanpa memandang rendah anggota bawahan.
  1. CIPTAKAN SUASANA KOMUNITI
Jadikan semua unsur dalam organisasi sebagai suatu komuniti di mana di dalamnya ada nilai-nilai kebersamaan, rasa memiliki, kerjasama serta saling membantu.
  1. BINA NILAI KEBERSAMAAN
Membangun nilai-nilai yang diasaskan berdasarkan kebersamaan. Setiap aktivis dakwah dalam organisasi memiliki peluang yang sama, misalnya untuk peningkatan keahlian maka dasar yang digunakan untuk tujuan tersebut adalah berdasarkan kemampuan, keterampilan, minat, motivasi, prestasi tanpa ada diskriminasi.
  1. PERKONGSIAN SAKSAMA
Seeloknya sesebuah organisasi perlu membuat polisi di mana antara aktivis dakwah di peringkat yang lebih rendah hingga yang paling atas tidak terlalu berbeza atau menjolok mata dalam hal penghargaan yang diterima, gaya hidup, penampilan fizikal dan lain-lain.
  1. TUMPUAN TERHADAP KERJA BERPASUKAN
Organisasi sebagai suatu komuniti mesti bekerjasama, saling membantu, saling memberi manfaat dan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap aktivis dakwah di dalam organisasi di mana semua yang ada di dalam organisasi merupakan suatu pasukan kerja di mana setiap dari mereka perlu memberikan sumbangan yang maksimum demi kejayaan organisasi tersebut.
  1. ADAKAN ACARA BERSAMA
Adakan acara-acara yang melibatkan semua aktivis dakwah di dalam organisasi sehingga kebersamaan boleh terjalin, misalnya boleh diadakan acara rekreasi bersama keluarga, pertandingan olahraga, seni dan lain-lain yang dilakukan oleh semua aktivis dakwah di dalam organisasi beserta keluarga mereka.
  1. BANTU PERKEMBANGAN AKTIVIS
Hasil kajian menunjukkan bahwa seseorang aktivis dakwah akan lebih memiliki komitmen terhadap organisasi apabila organisasi tersebut memperhatikan perkembangan aktiviti mereka dalam jangka panjang.
  1. KOMITMEN TERHADAP PENINGKATAN DIRI
Setiap aktivis dakwah diberi kesempatan yang sama untuk meningkatkan diri secara maksimum di dalam organisasi sesuai dengan kapasiti masing-masing.
  1. SEDIAKAN CABARAN AMAL DI TAHAP AWAL
Setiap aktivis dakwah yang bergabung di dalam organisasi biasanya masuk dengan membawa mimpi, harapan dan keperluannya. Berikan bantuan yang kongkrit untuk mereka kembangkan potensi yang dimilikinya di samping berusaha mewujudkan impiannya.
Jika pada tahap-tahap awal, aktivis dakwah memiliki persepsi yang positif terhadap organisasi maka mereka akan cenderung untuk memiliki prestasi amal yang tinggi pada tahap-tahap berikutnya.
  1. LAHIRKAN PEMIMPIN QUDWAH
Apabila organisasi ingin menanamkan nilai-nilai, kebiasaan-kebiasaan, peraturan-peraturan, disiplin dan lain-lain terhadap aktivis dakwah mereka, sebaiknya pimpinan sendiri mesti memberikan contoh tauladan yang baik dalam bentuk sikap dan perilaku sehari-hari.
  1. LAKSANAKAN KATA-KATA
Tindakan adalah jauh lebih berkesan dari sekadar kata-kata. Apabila organisasi ingin para aktivis mereka berbuat sesuatu maka sebaiknya pimpinan tersebut mesti memulakan  sesuatu perbuatan terlebih dahulu untuk dicontohi dan bukan sekadar kata-kata atau bicara.
KOMITMEN TERHADAP DAKWAH
Jika komitmen seseorang aktivis dakwah terhadap dakwah benar-benar ikhlas, maka :
  1. Tidak ramai aktivis dakwah yang akan berguguran di tengah jalan. Dakwah akan terus bergerak laju dengan sempurna untuk meraih tujuan-tujuannya dan mampu menetapkan prinsip-prinsipnya dengan kukuh.
  2. Niscaya hati sekian ramai manusia akan menjadi bersih, fikiran mereka akan bersatu dan fenomena ingin menang sendiri di saat berbeza pendapat akan jarang berlaku.
  3. Sikap toleransi akan lebih bersemarak, rasa saling mencintai akan merebak, hubungan persaudaraan semakin kuat dan barisan para aktivis dakwah akan menjadi bangunan yang berdiri kukuh dan saling memperkukuhkan.
  4. Dia tidak akan peduli saat ditempatkan di barisan depan atau di barisan belakang. Komitmennya tidak akan berubah ketika ia diangkat menjadi pemimpin yang berkuasa mengeluarkan keputusan dan ditaati atau hanya sebagai 'jundi' (perajurit) yang tidak dikenali atau dihormati.
  5. Hati seorang aktivis dakwah akan tetap lapang untuk memaafkan setiap kesalahan saudara-saudara seperjuangannya sehingga tidak tersisa tempat sekecil apa pun untuk permusuhan dan dendam.
  6. Sikap toleransi dan saling memaafkan akan terus berkembang sehingga tidak ada momentum yang boleh menyalakan kebencian, menaruh dendam dan kemarahan. Namun sebaliknya, slogan yang sentiasa diketengahkan adalah :
"‌Saya sedar bahwa saya sering melakukan kesalahan dan saya yakin anda akan sentiasa memaafkan saya."
  1. Semua orang akan sangat menghargai waktu. Bagi setiap aktivis dakwah, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia kerana dia akan sentiasa menggunakannya untuk beribadah kepada Allah di sudut mihrab atau berjuang melaksanakan dakwah dengan menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran atau menjadi murabbi yang gigih untuk mendidik dan mengajarkan anak serta isterinya di rumah atau menjadi aktivis dakwah yang aktif di masjid untuk menyampaikan nasihat dan membimbing masyarakat.
  2. Setiap aktivis dakwah akan segera menunaikan kewajiban kewangannya untuk dakwah tanpa merasa ragu atau bimbang. Di dalam fikirannya, tidak ada lagi erti keuntungan peribadi dan mengangkat diri sendiri.
  3. Akan muncul fenomena pengorbanan yang nyata. Tidak ada perkataan 'Ya'‌ untuk dorongan nafsu atau segala sesuatu yang seiring dengan nafsu untuk berbuat maksiat. Perkataan yang ada adalah 'Ya' untuk segala perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah swt.
  4. Setiap orang yang kurang teguh komitmennya akan menangis sementara yang bersungguh-sungguh ingin berbuat lebih banyak dan berharap mendapat balasan serta pahala dari Allah swt.
Ya Allah, kurniakanlah komitmen yang tulus dan sejati di dalam hati kami dalam kami melaksanakan tugas-tugas dalam organisasi kerana semua aktiviti yang dilakukan adalah dalam rangka ubudiyah semata-mata keranaMu.
Ameen Ya Rabbal Alameen
WAS
http://tinta-perjalananku.blogspot.com/

0 comments:

Post a Comment

Alamat Perhubungan

Pertubuhan IKRAM Malaysia (IKRAM) Daerah Kuala Langat
No. A-2-08, Blok A, Tingkat 2,
Jalan Bunga Pekan 9,
Pusat Perniagaan Banting Uptown,
42700 Banting, Selangor.

GPS: 2.811313,101.503486


Back to Top