Terkini...




0

Bahtera Keselamatan Hakiki

Assalamualaikum ikhwah dan akhawat sekalian,

"Dan sungguh telah Kami muliakan anak-anak Adam (manusia), Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik. Dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan." (QS Al-Isra' : 70)

Dalam rangka mentaati perintah Allah untuk berjalan di muka bumi dan mengambil pelajaran darinya, jika kita amati secara mendalam di dunia sekeliling kita nescaya kita akan mendapati bahwa keadaan kemanusiaan di abad 21 ini sungguh menggusarkan sehingga kerosakan berlaku di mana-mana samada di daratan atau di lautan dek kerana perbuatan tangan manusia.

Di satu sisi kita melihat sesuatu perbezaan itu biasanya akan berakhir dengan penyiksaan bahkan sampai kepada pembunuhan di mana senjata menjadi bahasa dialog antara manusia.

Ini semua telah mengganti nilai-nilai Islam yang Allah serukan, seperti ta`aruf (saling kenal mengenal), ta`awun (tolong-menolong) serta hidup bersama, sebagaimana firmanNya :

"Wahai sekalian manusia, sungguh Kami telah menciptakan kamu dari jenis laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling kenal mengenal antara satu sama lain. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu." (QS Al Hujuraat : 13)

Ketika ini, hakikat kemanusiaan telah jauh tersasar dari fitrah yang Allah tetapkan. Nilainya telah hilang sehingga manusia tidak lagi memuliakan manusia lainnya.

Maksud dari "kemanusiaan" di sini adalah, kaidah dasar interaksi antara sesama manusia yang Allah tetapkan untuk melaksanakan tujuan penciptaan manusia, iaitu :

1. Sebagai khalifah Allah di muka bumi.

2. Menegakkan syariat Islam.

3. Memakmurkan dunia.

4. Merealisasikan tujuan agung ketuhanan.

"Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di atas muka bumi..." (QS Al-Baqarah : 30)

Oleh kerana itu, manusia memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam.

Syariat Islam hadir untuk :

a. Menjaga kemanusiaan.

b. Menjamin hak-haknya.

c. Memperbaiki keadaan hidupnya.

d. Memudahkan segala urusannya di dunia.

Oleh sebab itu, Allah swt menundukkan segala sesuatu untuk manusia sebagaimana firmanNya :

"Dan Allah telah menundukkan bagi kamu malam dan siang, matahari, bulan dan bintang dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada semua itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami." (QS An-Nahl : 12)

Selain itu, Islam juga mengandungi tujuan-tujuan utama syariat untuk menjaga :

1. Agama.

2. Jiwa.

3. Akal.

4. Keturunan.

5. Harta.

Ini semua adalah dalam rangka menjaga kehidupan dan kemuliaan manusia itu sendiri.

Di antara bentuk kemuliaan yang diberi oleh Allah terhadap manusia adalah Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna sebagaimana firmannya :

"Sungguh kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna." (QS Al-Tin : 4)

Bahkan Allah mengaitkan manusia dengan Zat-Nya Yang Maha Tinggi sebagaimana firmanNya :

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Sesungguhnya Aku menciptakan manusia dari tanah. Dan apabila Aku telah menciptakannya dan meniupkan ruh milik-Ku ke jasadnya, maka sujudlah kamu kepadanya'. Kemudian seluruh malaikat sujud padanya. Kecuali Iblis, ia berlaku sombong dan ia tergolong kaum yang kafir." (QS Shad : 71-74)

Dari dasar Islam yang sangat memuliakan manusia ini, maka lahirlah sebuah nilai yang tinggi, iaitu semua manusia adalah sama dalam syariat, kerana semua manusia berasal dari keturunan yang sama, iaitu dari Adam dan Hawa.

Allah swt berfirman :

"Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakanmu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakka n laki-laki dan perempuan yang banyak... (QS An-Nisaa' : 1)

NILAI-NILAI APAKAH YANG MEREKA SERUKAN?

Itulah nilai-nilai Islam yang pernah menguasai dunia lebih dari seribu tahun.

Pada masa di mana Khilafah Islamiyah menjadi satu-satunya kiblat dunia dalam ilmu, akhlak, syariat dan pola berfikir sedangkan masyarakat Barat pada masa itu masih menjalani kehidupan gua, terkebelakang dan menerapkan hukum rimba.

Ketika memasuki zaman Renaissance di Eropah pada abad pertengahan, Barat mulai mempelajari peradaban Islam samada secara ilmu mahupun pemikiran.

Ketika itu, orang-orang mengira bahwa dunia akan menuju kedamaian dan saling tolong-menolong di mana ruh dan akal mampu disejajarkan namun yang berlaku adalah sebaliknya di mana ternyata yang lahir dari "peradaban" Barat justeru adalah peraturan yang bertentangan dengan fitrah manusia bahkan bertentangan dengan nilai yang Allah swt tetapkan.

Di antara nilai peradaban Barat yang bertentangan dengan fitrah itu adalah :

Menjadikan keuntungan material sebagai dasar dan satu-satunya timbangan untuk menilai segala sesuatu sehingga tersebarlah keburukan. Semua wasilah dibenarkan untuk merealisasikan keuntungan material bagi manusia.

Logik materialistik itulah yang menjadi sandaran kepada perluasan penjajahan Eropah dan Amerika selama 6 abad terakhir. Mereka menghalalkan perampasan kekayaan "masyarakat mundur" bahkan sehingga ke tahap mereka sanggup menjual masyarakat itu sendiri di pasar perhambaan. Ratusan juta jiwa yang Allah muliakan dipaksa bekerja di bidang pertanian dan perindustrian dalam "peradaban Barat."

Peperangan pun semakin bermaharajalela. Negara-negara bukan blok Barat semakin terbelakang setelah beberapa abad dijajah oleh imperialisma Barat. Muncullah di sana masyarakat dan negara yang tidak mengecapi makna kedamaian. Tidak tahu jalan menuju peradaban dan akhirnya negara mereka dipaksa tunduk kepada Barat untuk menjadi pasar tempat menjual hasil-hasil perindustrian dan pertanian Barat di samping menggerakkan pertukaran wang raksasa yang dibangunkan oleh Yahudi pada abad ke-17 di AS untuk menjaga penghantaran bahan mentah bagi negara-negara Barat.

Kekuasaan nilai materialisma dan pragmatisma telah menjauhkan manusia dari agama Allah dan semua ini berperanan besar dalam mengukuhkan penjajahan yang telah mengembalikan manusia ke zaman hukum rimba dan perhambaan sedangkan istilah-istilah seperti persaudaraan manusia dan tolong-menolong sangat jauh dari kamus interaksi antara manusia.

Lumpur semakin menghitam dan kebakaran semakin marak ketika berbagai kepentingan Barat dengan kapitalismanya bertemu dengan kepentingan dan ketamakan projek Zionisma di Dunia Islam.

Pertumpahan darah semakin merata di muka bumi. Gambar-gambar para pelarian dan orang-orang yang terlantar mendominasi berita tentang umat kita akibat :

a. Keangkuhan global.

b. Kediktatoran.

c. Kerosakan dalaman umat.

KEMANUSIAAN PERLUKAN PENYELAMAT

Kini, kemanusiaan di bawah kepimpinan Barat ke atas dunia sangat menyedihkan.

Aliran darah, kemiskinan, dan kelaparan menyelubungi ke seluruh penjuru dunia akibat nilai pragmatisma yang berdasarkan kepentingan material.

Kemanusiaan memerlukan konsep yang mampu :

1. Menyelamatkan kewujudannya.

2. Menjaga kehidupan.

3. Menjaga harta.

4. Menyelamatkan kehormatan yang masih tersisa.

Konsep penyelamat kemanusiaan ada pada Islam. Tidak ada agama yang sangat menjunjung tinggi kemanusiaan selain Islam. Bukan sekadar kata-kata, slogan atau cita-cita semata-mata melainkan telah terbukti dalam sejarah hasil pengalaman dari sebuah negara terbesar sepanjang sejarah.

Dalam akidah Islam, Rasulullah saw telah meletakkan asas-asas :

a. Persaudaraan.

b. Persamaan.

c. Keadilan.

sehingga baginda bersabda :

"Wahai sekalian manusia, ingatlah sesungguhanya Tuhan kamu adalah satu dan bapa kamu adalah satu. Sungguh tidak ada keutamaan Arab ke atas bukan-Arab, bukan-Arab ke atas Arab, kulit merah ke atas kulit hitam, dan kulit hitam ke atas kulit merah kecuali dengan ketakwaan." (HR Ahmad)

Dalam khutbah Haji Wada', Rasulullah saw meletakkan dasar interaksi sesama manusia yang sangat tinggi, iaitu memuliakan manusia dan apa yang ia miliki.

Rasulullah saw bersabda :

"Wahai sekelian manusia, dengarlah ucapakanku. Sungguh aku tidak tahu, boleh jadi aku tidak akan bertemu lagi dengan kamu di tahun-tahun mendatang. Wahai sekalian manusia, ketahuilah bahwa harta dan darah kamu adalah haram (suci) hingga kamu bertemu Allah, sebagaimana sucinya hari kamu ini, sucinya bulan kamu ini." (HR Ibnu Ishaq)

Islam juga merupakan agama akhlak dan nilai yang menjaga kemanusiaan.

Rasulullah saw bersabda :

"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemulian akhlak..."

INILAH NABI KITA DAN INILAH AGAMA KITA

Bukti sejarah bahwa Islam sebagai penyelamat manusia ini tidak hanya pada masa Rasulullah saw, tetapi juga selepasnya kerana Islam merupakan madrasah Rabbani yang membentuk generasi.

Berikut adalah kisah Umar bin Al Khattab, murid dari madrasah "kenabian" :

Pada suatu hari, Umar melihat seorang nenek sedang meminta sedekah di pasar yang sibuk. 

Umar bertanya kepadanya, "Siapakah anda wahai nenek tua?" 

Nenek tersebut adalah seorang Yahudi dari Madinah. Ia menjawab, "Saya seorang yang telah terlalu tua. Saya memerlukan jizyah (pajak) dan nafkah." 

Maka Umar menjawab, "Sungguh kami tidak berlaku adil padamu wahai nenek. Kami mengambil jizyah darimu di masa muda dan membiarkan dirimu dalam kesukaran di masa tua."

Lalu Umar membawa nenek tersebut ke rumahnya, kemudian menghidangnya makanan. Setelah itu Umar mengutus seseorang menuju ke Baitul Mal dan berkata, "Berikanlah nenek ini dan orang-orang sepertinya keperluan yang memenuhi keperluan dirinya dan keluarganya. "

Dari kisah di atas, Umar ra menunjukkan bahwa Islam adalah rahmat dan keadilan bagi pemimpin mahupun rakyat. Masih banyak kisah lain yang serupa dengannya.

Inilah agama Islam yang oleh pihak yang membencinya diperlakukan dengan kejam di samping kesan negatif lainnya sepertimana yang berlaku pada anak-anak di Gaza, Irak, Afghanistan dan lainnya yang dianggap sebagai "kasih sayang" hukum antarabangsa.

BANGKITLAH KAUM MUSLIMIN WALAU DI MANAPUN KAMU BERADA

Sungguh amanah yang kita pikul sangat berat. Setiap kita dituntut untuk berusaha semaksima mungkin sesuai dengan posisi masing-masing samada pendakwah, ulama', ahli politik, wartawan, mahasiswa, pengusaha, petani dan lain-lainnya.

Hendaklah setiap kita melihat kembali keadaan persekitarannya. Hendaklah kita kembali kepada agama yang benar. Mengembalikan nilai-nilai Islam sebagaimana yang Allah turunkan. iaitu berupa petunujk-petunjuk kehidupan yang komprehensif bukan hanya akidah, ibadah dan muamalat semata-mata akan tetapi seluruh sisi kehidupan manusia di mana ajaran Islam diterapkan secara menyeluruh.

Marilah kita beriman kepada Allah, RasulNya, kitab-kitab Nya dan Hari Akhirat.

Perbaikilah hubungan sesama manusia. dengan orang tua, keluarga dan kerabat terdekat kerana sesungguhnya memperbaiki hubungan sesama manusia adalah ibadah yang agung dan sangat mulia.

Tunaikanlah amanah-amanah secara adil.

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat". (QS An-Nisa' : 58)

Bersungguh-sungguhlah dalam kerja kita.

Rasulullah saw bersabda :

"Sesungguhnya Allah mencintai seseorang hamba yang bersungguh-sungguh dalam bekerja."

Islam tidak hanya memperbaiki umat Islam semata-mata bahkan juga menyelamatkan kemanusiaan secara utuh.

Renungkanlah firmahNya :

"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat dan melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." (QS As Shaad : 150)

Ya Allah, sesunguhnya Engkau telah menurunkan keselamatan kepada kami iaitu Islam sebagai agama yang mampu menyelesaikan semua persoalan dan permasaalahan manusia. Selamatkanlah kemanusiaan dari kehancuran dan kemusnahan dan jadikanlah kami sebagai "asbab" kepada perubahan yang mesti dilakukan di dalam masyarakat manusia sehingga kemanusiaan akan berjalan menuju matlamat penciptaan asalnya sebagai sebaik-baik makhluk.

Ameen Ya Rabbal Alameen
WAS

0 comments:

Post a Comment

Alamat Perhubungan

Pertubuhan IKRAM Malaysia (IKRAM) Daerah Kuala Langat
No. A-2-08, Blok A, Tingkat 2,
Jalan Bunga Pekan 9,
Pusat Perniagaan Banting Uptown,
42700 Banting, Selangor.

GPS: 2.811313,101.503486


Back to Top