Terkini...




0

Al Aqsa Tetap Di Hati Kita

Assalamualaikum ikhwah dan akhawat sekalian,
Kebiasaannya seorang muslim melakukan i'tikaf di Bulan Ramadhan kerana ingin bersungguh-sungguh sebelum Bulan Allah itu berpisah dengan dirinya. Namun apa yang berlaku di Palestin, ada sekelompok muslim yang secara bergilir-gilir beri'tikaf di dalam Masjidil Aqsha semata-mata untuk menjadi benteng bahkan kalau perlu sebagai syuhada' sebelum mereka benar-benar berpisah dengan Masjid Suci ini.
Masjid Suci hanya berada di tanah suci. Jika Masjidil Haram berada di tanah Makkah dan Masjid Nabawi berada di tanah Madinah, maka bagaimana mungkin Masjidil Aqsha mahu dipisahkan dari tanah Al Quds.
Tetapi, lihatlah keadaan sekarang ini dan bagaimanakah Umat Islam memperlakukan masjid ketiga umat Islam ini yang juga menjadi kiblat pertama umat Islam.
Setiap bulan Zulhijjah, kita akan melihat umat Islam berbondong-bondong bergerak ke  Makkah dan Madinah. Mereka akan bersungguh-sungguh mencari keutamaan di kedua tanah suci ini, solat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Ini adalah kerana tidak ada yang menghalang gerakan mereka dan juga tidak ada yang menghadang kedatangan mereka. Pintu masuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi itu terbuka luas untuk setiap manusia yang sudah tidak membawa identiti lain selain kalimah tauhid sebagai identiti tunggal mereka.
Tetapi ada yang berbeza dengan Masjid Terjauh itu. Umat Islam dihalang bila ingin memasukinya.
Setiap gerakan umat Islam yang mengarah ke Masjid Suci ini dihalang dengan penghadang serta ancaman. Sejak dari jarak jejari 200 km dari Masjid Suci ini, penghadang sudah disiapkan untuk menghalang setiap muslim yang bergerak bahkan dengan berjalan kaki hanya untuk berziarah ke masjid ini serta ingin melihat bagaimana keadaan Al Aqsha ketika ini.
Yang dibolehkan memasuki masjid ini hanya mereka yang berusia 50 tahun ke atas. Itupun hanya mereka yang sudah bermukim di Jerusalem .
Di sekitar masjid, tanah sudah diratakan untuk membangunkan bangunan baru. Di bawah masjid, penggalian sudah tidak terhitung berapa banyak hingga menimbulkan keretakan yang tidak terhitung pula.
Mereka yang pernah mempelajari fizik tidak akan ragu bahwa hanya dengan sedikit 'sentuhan' sahaja lagi, maka bangunan yang tegak di atas penggalian itu akan berubah menjadi puing-puing dan debu-debu. Ini hanya persoalan menunggu waktu yang tepat agar kejadian itu kelak menjadi sebuah 'pertunjukan' kepada dunia.
Jika Umat Islam adalah umat yang tidak membezakan antara para nabi, maka bagaimana mungkin mereka melupakan bahwa hampir semua nabi yang diceritakan Al Quran pernah bermukim di Jerusalem .
Dengan mengetahui bahwa Masjid Suci ini adalah kiblat pertama umat Islam ternyata belum cukup untuk menyedarkan umat bahwa hendaknya mereka meletakkan pembebasan Al Aqsha di tempat teratas dalam agenda perjuangan mereka.
Ternyata pesanan Rasulullah saw bahwa lakukanlah perjalanan kepada Tiga Masjid Suci belum cukup menjadi motivasi bagi umat Islam agar suatu ketika, kaki ini mesti menginjak ke tanah suci yang ketiga itu dan kening ini mesti sujud di Masjid Al Aqsa tersebut.
Sungguh aneh apabila 15 juta bangsa Yahudi merasa lebih memiliki Jerusalem berbanding 1.5 Bilion umat Islam yang kebanyakannya ketika ini hanya menonton saudara-saudara mereka yang berjumlah 7 juta sudah terusir dan menjadi pelarian meninggalkan rumah mereka, kerana sejak 60 tahun lalu hingga sekarang, separuh dari populasi Yahudi dunia itu sudah berpindah ke sana dan merampas tanah itu dari pemilik asalnya.
Adakah ini konflik tanah semata-mata?
Adakah ini persoalan penjajahan semata-mata?
Sedarlah wahai muslim!
Bangunlah wahai muslim yang memiliki akal!
Mereka yang merampas Al Aqsha tidak pernah menyebutnya sebagai Masjid Suci. Mereka memanggilnya dengan "The Third Temple". Mereka ingin membangun kembali kuil mereka setelah dua kali dihancurkan oleh bangsa Babilon dan Romawi.
Mereka sedang menanti Al Masih mereka, Raja mereka yang menurut mereka adalah Raja yang dijanjikan sementara bagi kita sebagai muslim, Raja mereka itu adalah Dajjal, makhluk yang Allah ciptakan agar kelak ketika ia sudah dalam dimensi waktu yang sama dengan kita, maka dia inilah yang akan menipu manusia dengan menggambarkan dirinya sebagai Isa Al Masih.
Sedarlah wahai muslim!
Bangunlah wahai muslim yang memiliki akal!
Mereka yang merampas Jerusalem itu menggelar kaum muslimin sebagai Ya'juj dan Ma'juj.
Mereka mendefinasikan kaum muslimin sebagai kaum perosak yang akan menyukarkan mereka di akhir zaman.
Sungguh sudah banyak kajian bahwa justeru Ya'juj dan Ma'juj itu berkemungkinan besar adalah orang-orang Zionis yang kita kenali ketika ini. Bangsa Yahudi ketika ini kebanyakannya bukanlah bangsa Bani Israil keturunan Nabi Ya'qub itu.
Kebanyakan mereka yang ketika ini mengaku sebagai Yahudi dan Zionis adalah keturunan Bangsa Khazar dari pergunungan Kaukasus yang dengan secara misterinya kemudian memelukagama Yahudi.
Ciri khas pada wajah mereka adalah ciri khas bangsa Khazar. Mereka inilah sang perosak.
1. Mereka adalah kaum yang sama yang memulakan Perang Salib.
2. Mereka adalah kaum yang sama tatkala mencuri Jerusalem dari Khilafah Utsmaniah.
3. Mereka adalah kaum yang sama yang menyalakan Perang Dunia.
4. Mereka adalah kaum yang sama ketika Peristiwa Nakbah berlaku.
5. Mereka adalah kaum yang sama yang ketika ini menggenggam dunia dalam rangka mempersiapkan kembali zaman keemasan untuk menguasai dunia dari Jerusalem seperti di zaman Nabi Sulaiman dan kerajaannya.
Lalu masihkah kita berfikir persoalan ini sebagaimana yang mereka berusaha tampilkan di media-media yang sudah mereka kuasai?
Adakah ini persoalannya sebagaimana yang tersurat?
Ini adalah persoalan akidah!
Ini adalah persoalan kaum yang melempar Taurat dan menggenggam Talmud meyakini apa yang ada di genggaman mereka dan sedang bergerak mencapai tujuan mereka.
Lalu bagaimana mungkin seorang muslim tidak pula menjadikan persoalan ini sebagai bentuk keyakinan mereka pada Al Quran dan Al Hadits lalu bergerak pula untuk memenangkan Kalimat ALLAH ini?
Bila kita mengaku sebagai pengikut Rasulullah saw, maka terimalah hadits–hadits darinya, termasuk hadits mengenai keadaan akhir zaman yang menceritakan keadaan Kaum Muslimin dan Yahudi serta keadaan bumi Palestin yang kita kenali ketika ini.
Sudah cukup Umat Islam terbawa-bawa dengan cara mainan musuhnya sendiri.
Sudah cukup Umat Islam berjalan di muka bumi tanpa agenda yang jelas.
Sudah cukup umat Islam sibuk mengikuti agenda musuh mereka.
"Dajjal" itu sudah memasuki hampir setiap pelosok dunia ini.
Sistem Dajjal sudah mencengkam dunia, bahkan digunakan oleh sebahagian besar kaum muslimin sendiri.
Belum cukupkah ini menunjukkan betapa hari kiamat itu telah dekat?
Sungguh Ya Muslim, kita adalah "count down generation".
Akhir sejarah itu sudah dalam hitungan menurun.
Mungkin kita atau anak kita akan menjadi saksi kepada episod Akhir Zaman itu.
Sukatan air di Danau Tiberia itu sudah mencapai tingkatan terendah sepanjang sejarah.
Tahukah kita apa episod yang menunggu apabila danau itu mengering?
Bilakah lagi kita akan bangun Ya Muslim, Ya Ummatun Wahidah!
Oh Al Aqsha! betapa mulianya dirimu.
Buraq ditambatkan di tembokmu.
Rasulmu naik hingga langit ketujuh dari batu yang ada di halamanmu.
Baitul Ma'mur tegak lurus berada di atasmu.
Seluruh Nabi dan Rasul solat di hamparanmu dengan junjungan Nabi Muhammad saw sebagai imamnya.
Engkau menjadi saksi perintah solat diturunkan sebagai tiang agama umat harapanmu.
Engkau pula yang kelak akan menjadi saksi betapa Kalimah Allah itu akan menang jua.
Bumi Al Quds sentiasa menjadi bumi ujian dan ia juga menjadi ujian bagi Kaum Muslimin, siapa di antara mereka yang termasuk dalam kelompok yang dijanjikan oleh Rasulullah saw.
Kelompok yang sentiasa ada hingga akhir zaman untuk memerangi mereka yang berusaha memadamkan Cahaya Allah.
Wahai muslim! Kenapakah engkau sibukkan dirimu dengan rancangan membangun rumah duniamu?
Kenapa tidak dari sekarang engkau rancangkan dan tetapkan bila kakimu akan menginjak Bumi Al Quds dan menegakkan bendera tauhid itu di sana ?
"Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperolehi dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah : "Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu." Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta." (QS At Taubah : 42)
"Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu. " (QS Ar Ruum : 60)
 
Ya Allah, sesungguhnya Al Aqsha sentiasa di dalam hati kami. Buat masa ini kami hanya mampu membantu dengan harta benda dan doa bagi membebaskannya dari cengkaman musuh-musuhMu. Kurniakanlah kekuatan dan kesabaran kepada kelompok-kelompok di sekitar Baitul Maqdis untuk mereka tetap teguh mempertahankan Al Aqsha dan berikanlah kemenangan kepada mereka sebagaimana Engkau berikan kepada Sallahuddin Al Ayyubi.
 
Ameen Ya Rabbal Alameen
WAS  

0 comments:

Post a Comment

Alamat Perhubungan

Pertubuhan IKRAM Malaysia (IKRAM) Daerah Kuala Langat
No. A-2-08, Blok A, Tingkat 2,
Jalan Bunga Pekan 9,
Pusat Perniagaan Banting Uptown,
42700 Banting, Selangor.

GPS: 2.811313,101.503486


Back to Top