Terkini...




0

Ke Arah Pembebasan Al-Aqsa

Assalamualaikum ikhwah dan akhawat sekalian,

Palestin masih merupakan pusat konflik global sejak Allah swt memberikan kemenangan ke atas pembukaan Al-Quds untuk Umat Islam dan diterima kuncinya oleh Umar bin Al-Khattab ra.

Sejak saat itu, musuh-musuh umat Islam terus menimbulkan berbagai konflik dari masa ke semasa yang bertujuan untuk mengusir rakyat Palestin dari tanah yang diberkati Allah di sekitarnya.

Tentera Salib berusaha mengambil alih dan merebut kembali tanah yang telah dibebaskan oleh Islam, seperti dalam Perang Salib yang berlangsung selama 2 abad lamanya.

Walaupun dalam beberapa waktu mereka mampu menguasai namun setelah itu mereka pergi seperti yang berlaku kepada golongan yang lain dari orang-orang yang zalim, hingga akhirnya datang kelompok Zionis yang telah ditanam oleh Barat untuk menjadi penjajah di jantung umat Islam iaitu bumi Palestin.

Mereka terus bekerja untuk mengosongkannya dari penduduknya dan merampas serta menyita seluruh hak milik umat Islam dan Kristian di samping melakukan ancaman kepada tempat-tempat suci mereka.

Israel tidak dapat bertahan untuk hidup kecuali dengan menjalin dengan sesama manusia.

Pada hakikatnya Zionis akan menjadi lebih hina dan lebih lemah berbanding menjadi yang paling kuat dan tidak dapat dikalahkan, sebagaimana mereka berusaha melakukan lobi mempromosikan diri mereka sendiri dan mempromosikan kekalahan mereka secara psikologi dari anak bangsa kita.

Al-Quran menjelaskan akan sifat pengecut mereka dengan sangat jelas dan terang :

"Mereka diliputi kehinaan di mana sahaja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia". (QS Ali Imran : 112)

Tanpa menjalin hubungan dengan sesama manusia seperti yang disebutkan oleh Al-Qur'an, maka suatu umat akan mendapati entitinya yang hina ini menjadi bentuk lain iaitu lebih hina.

Apa yang dimaksudkan dengan menjalin hubungan dengan sesama manusia?

Itulah jenis nama yang difahami dan diambil dalam berbagai bentuk :

HUBUNGAN YANG PERTAMA :

Senario hubungan seluruh musuh-musuh Islam di mana Zionis sebenarnya tidak memiliki negara yang layak, stabil dan aman. Oleh kerana suatu negara mestilah bergantung pada dukungan moral, politik, media, ekonomi, dan ketenteraan dari Barat dan Timur.

Kita melihat banyak harta yang mengalir ke entiti Zionis dengan begitu laju ditambah pula dengan sikap dukungan politik yang tidak adil (zalim) dari Negara-negara Barat yang mengumumkan secara terang-terangan. Ini menjadi salah satu sebab dari berbagai sebab akan kekuatan dan kelangsungan hidup mereka, meskipun :

a. Dasar mereka adalah lemah.
b. Mereka mempunyai jiwa yang pengecut.
c. Banyak permasalahan yang mereka hadapi.

Kita juga melihat perjanjian atau "Deklarasi Balfour" yang memberikan peluang kepada mereka yang tidak memiliki hak dan yang tidak patut memilikinya.

Kita melihat adanya latihan bersama yang mereka lakukan dalam briged pasukan bersekutu.

Kita juga hairan melihat respon yang begitu cepat dari AS dan Soviet Union (ketika itu) untuk memberikan pengakuan terhadap kewujudan negara Zionis hanya berselang tiga minit setelah deklarasi dan pengumuman berdirinya negara Zionis dan ditambah pula dengan bentuk bantuan ketenteraan dan politik yang tidak terbatas.

Meskipun nampak erat hubungan AS dan Israel yang terbentang luas dan panjang, namun cepat atau lambat, hubungan tersebut tetap akan terputus dan kembali seperti yang telah Allah tetapkan atas mereka iaitu menjadi bangsa yang hina dan malang, InsyaAllah disebabkan oleh perbuatan yang mereka lakukan seperti :

a. Pelanggaran hak asasi manusia.
b. Kezaliman.
c. Penghinaan yang memalukan bagi kemanusiaan.

HUBUNGAN YANG KEDUA :

Hubungan yang lemah dan penuh dengan ketidakpastian serta ketidakstabilan iman yang sangat memalukan di dalam hati orang-orang Arab dan umat Islam, di mana apa yang dihasilkan darinya berupa sikap berat sebelah terhadap sifat keji oleh beberapa rejim dan penguasa mereka.

Bahkan ada yang ikut membantu dan bersikap tolong menolong antara mereka dalam berbagai kejahatan yang mereka lakukan, bahkan yang lebih berbahaya dari itu adalah menyebarkan pemahaman yang salah bahwa Zionis (perampas) benar-benar dapat hidup bersama entiti lainnya, sementara Al-Qur'an mengungkapkan apa yang telah ditegaskan dalam bentuk peristiwa nyata akan tabiat dan hakikat perasaan
mereka terhadap kita.

Allah swt berfirman :

"Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, Padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada Kitab-Kitab semuanya. apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata "Kami beriman", dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit hujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu kerana kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. Jika kamu memperolehi kebaikan, nIscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira kerananya. jika kamu bersabar dan bertakwa, nescaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan". (QS Ali Imran :119-120)

Selain itu, perlu juga difahami akan tingkah laku mereka yang selalu melanggar perjanjian.

Allah swt berfirman :

"Setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? bahkan sebahagian besar dari mereka tidak beriman". (QS Al-Baqarah : 100)

Namun, sebahagian orang Arab :

a. Tidak mahu mengambil pelajaran.
b. Tidak mahu belajar.
c. Tidak mahu memahami itu semua.

Padahal Al-Qur'an secara terang-terangan menjelaskan akan sikap pengecut mereka :

"Sesungguhnya kamu dalam hati mereka lebih ditakuti daripada Allah. yang demikian itu kerana mereka adalah kaum yang tidak mengerti. mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu kerana sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti". (QS Al-Hasyr : 13-14)

Setiap kali para mujahidin masuk ke dalam medan jihad yang sebenarnya berhadapan dengan mereka, mereka tidak merasa aman berada di hadapan tentera pejuang kebenaran.

Allah swt berfirman :

"Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan sahaja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan". (QS Ali Imran : 111)

Inilah apa yang dilakukan oleh Briged Al Qassam dari pengikut-pengikut Al-Banna, Yaasin, Rantisi dan semua kekuatan penentangan yang bersih dan benar terhadap musuh Zionis yang menjadi bukti kuat yang terkini dari kesombongan dan keangkuhan mereka, menelanjangi kelemahan entiti Zionis yang didakwa sebagai kekuatan yang tidak mampu dikalahkan!.

JIHAD SATU-SATUNYA JALAN UNTUK MEMERDEKAKAN MASJID AL-AQSA

Hakikat ini sangatlah jelas seakan seperti sinar matahari di siang hari yang terang; bahwa tidak ada jalan lain untuk mengembalikan hak dan menghancurkan penjajahan serta melindungi tempat-tempat yang disucikan kecuali berjihad dan melakukan penentangan.

Di sisi lain, bahwa berbagai perundingan yang sia-sia telah banyak dilakukan bertahun-tahun lamanya tanpa ada sedikitpun pengaruhnya seperti yang diakui oleh mereka yang turut serta dalam melakukan usaha perdamaian tersebut, bahkan justeru hasilnya adalah :

1. Bertambah luas daerah penjajahan dan perluasan pemukiman Yahudi yang dilakukan oleh Zionis.
2. Penghancuran yang membabi buta terhadap rumah-rumah warga Palestin.
3. Perampasan secara paksa tanah mereka.
4. Penghapusan hak-hak kepemilikan mereka.
5. Penahanan banyak warga Palestin samada baik laki-laki atau wanita bahkan kanak-kanak juga.

Para ilmuwan dan fuqaha' menyatakan bahwa adalah wajib `ain untuk melakukan jihad pada keadaan tertentu; di antaranya jika jamaah dari umat Islam ada yang ditawan; maka jihad menjadi wajib `ain sehingga berhasil membebaskan jamaah yang ditawan tersebut.

Jika para fuqaha' telah menetapkan demikian dalam rangka membebaskan umat Islam yang ditawan baik satu atau dua orang; maka bagaimana jika yang ditawan adalah sepuluh ribu?

Mereka juga melakukan penyiksaan secara keji atas tawanan tersebut dan bahkan banyak melakukan tindakan kekerasan di dalamnya.

Di manakah umat Islam dari sabda Nabi saw?

"Bebaskan orang yang sedang tertawan, berikanlah makan kepada orang yang sedang kelaparan, dan jenguklah orang yang sedang sakit". (HR Bukhari)

Di manakah umat Islam dari firman Allah swt?

"Mengapa kamu tidak mahu berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami dari negeri ini (Makkah) yang zalim penduduknya dan berilah Kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah Kami penolong dari sisi Engkau!". (QS An-Nisa': 75)

Imam Al-Qurtubi menafsirkan ayat di atas dengan berkata :

"Allah mewajibkan jihad untuk meninggikan kalimatNya (agama) dan memenangkan agamanya, menyelamatkan umat Islam yang lemah, bagi membebaskan umat Islam yang ditawan, dan hal ini adalah kewajiban jamaah Islam baik dengan cara berperang dengan jiwa, dengan harta dan lain-lainnya. Dan hal ini tidak boleh terdapat perdebatan di dalamnya."

Apakah dengan ini, umat Islam mahu sedar, khususnya para penguasa dan pegawai pemerintahan?!

Apakah mereka menyedari bahwa umat ini akan terus berada dalam kehinaan kerana enggan melakukan jihad?!

Nabi saw bersabda :

"Tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad kecuali Allah akan menimpakan azab atas mereka". (HR Thabrani)

JIHAD KEWAJIBAN SELURUH UMAT 

Kewajiban jihad yang diperintahkan bukanlah kewajiban pemerintah semata-mata atau kewajiban suatu kelompok bersenjata sahaja, namun ia merupakan kewajiban seluruh umat dengan mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki kerana makna jihad sangatlah luas bukan sekadar melakukan perang fizikal sahaja namun juga jihad yang dapat dilakukan dengan cara :

a. Aqidah.
b. Harta.
d. Media Massa.
e. Ideologi.
f. Politik.

Setiap individu mesti menentukan medan mana yang dapat digunakan untuk berjihad di dalamnya, memberikan peranan yang sesuai dengannya; sehingga seluruh dunia dapat mendengar suara umat yang berusaha menolong Palestin dan Al-Aqsha.

Seluruh umat hendaknya menyedari bahwa sekalipun mesti memberikan pengorbanan dengan sukarela sehingga kelak Allah berkenan memberikan ganjaran yang terbaik untuk mereka.

Allah swt berfirman:

"Yang demikian itu ialah kerana mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal soleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang
berbuat baik" (QS At-Taubah : 120)

Sebagaimana dalam tafsir disebutkan bahwa :

a. Dalam keadaan haus ada ganjaran dan pahala.
b. Dalam keletihan ada ganjaran dan pahala.
c. Dalam rasa lapar ada ganjaran dan pahala.
d. Dalam membangkitkan kemarahan orang-orang kafir juga ada ganjaran dan pahala.
e. Dalam berhasil menangkap dan membunuh musuh juga ada ganjaran dan pahala.

Bahkan akan ditulis untuk para mujahid sebagai amal soleh dan dihitung sebagai orang-orang yang berbuat ihsan dan Allah tidak akan menyia-nyiakan ganjarannya, sebagaimana memberi nafkah baik yang kecil atau besar juga ada ganjaran dan pahala, langkah-langkah untuk menuju lembah berbukit juga ada ganjaran dan
pahala… ganjaran sebagai balasan terbaik bagi orang yang dalam hidupnya melakukan jihad.

Allah swt berfirman :

"Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, kerana sesungguhnya mereka telah dianiaya. dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, (iaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali kerana mereka berkata: "Tuhan Kami hanyalah Allah". dan Sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa". (QS Al-Hajj : 39-40)

JALAN UNTUK MENYELAMATKAN AL-QUDS DAN PALESTIN

Tidak diragukan lagi bahwa kemenangan ada di tangan kita dan saat mencapai kemenangan dari tubuh yang asing dan ditanam di jantung umat Islam dengan cara zalim tidak diragukan lagi pasti akan datang, terutama setelah umat ini mulai sedar kembali dan seluruh komponen bangsa di mana sahaja mereka berada mampu membezakan antara yang baik dari yang buruk, dan tidak mudah bagi rejim yang
hina untuk terus melakukan penyesatan kepada orang ramai, apalagi setelah terungkap apa yang berlaku di Gaza, namun semua itu tidak akan berlaku kecuali kita :

PERTAMA :
 
Mulai melakukan proses perubahan dalam diri kita terlebih dahulu dengan membangun iman untuk seorang muslim sejati yang diaplikasikan dalam bentuk pengabdian kepada Allah Yang Maha Esa dalam dirinya dan percaya akan janji Allah sehingga umat memiliki ikatan yang erat dengan Allah dengan ikatan iman yang kuat dan kukuh serta dalam masa yang sama menyandarkan dari kekuatannya tersebut
sebagai :

a. Kekuatan yang mampu menghilangkan kelemahan.
b. Kebanggaan yang mampu menghilangkan perasaan hina.
c. Keinginan yang mampu mengukuhkan dan mengobarkan tekad dan mengatasi kelemahannya.

Maka melalui asas yang kuat inilah generasi pembawa kemenangan mampu menyelamatkan Baitul Maqdis.

Demikianlah keterangan yang disampaikan oleh Nabi saw, generasi pembawa kemenangan ketika beliau bersabda :

"Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga terjadi perang antara umat dan orang-orang Yahudi, lalu umat Islam memerangi orang-orang Yahudi, lalu mereka bersembunyi di sebalik batu dan pohon, namun batu dan pohon akan berbicara : wahai Muslim, wahai hamba Allah, ini ada disebalik saya orang Yahudi, kemarilah dan bunuhlah dia". (HR Muslim)

Wahai Muslim... Wahai hamba Allah... janji Allah ini tidak akan berlaku kecuali kepada mereka yang memiliki sifat ubudiyah yang ikhlas (murni) kerana Allah dan cara untuk menuju itu adalah :

a. Tarbiyah yang seimbang diiringi aqidah yang bersih dan tidak dikotori oleh yang lainnya.

b. Islam yang syumul dan bersifat sejagat tanpa ada sekatan atau melupakan sebahagian yang lain.

KEDUA :
 
Berusaha untuk terus menerus dan tanpa henti menyatukan umat dalam satu kata dan arah sebagaimana firman Allah swt :

"Dan berpegang teguhlah pada tali Allah dan jangan bercerai berai". (QS Ali Imran : 103)

Islam telah membuktikan kebenarannya dalam menyatukan :

a. Umat yang berada dalam satu bangunan besar.
b. Bangsa yang berbeza.
c. Manusia dalam wadah yang satu.

serta menciptakan peradaban yang mampu memberikan kebahagiaan kepada Timur dan Barat di samping menebarkan kebaikan di dunia dan melindungi hak-hak negara-negara Arab dan Islam.

Dalam sejarah kita yang adil, kita memiliki pelajaran dan ibrah ketika Salahuddin mampu membebaskan Al-Quds dan membersihkan Palestin dari Tentera Salib yang telah menguasainya selama dua ratus tahun.

KETIGA :
 
Mendukung apa yang dilakukan oleh para pemuda dan komando jihad di Palestin yang :

a. Rela mengorbankan jiwa mereka.
b. Mampu membuatkan Zionis berasa takut.
c. Mampu membuatkan Zionis resah di tempat tidur mereka.
d. Mampu membuatkan hati mereka kecut sehingga sampai ke kerongkongan mereka.

Maka di sinilah Zionis mendapati kekalahan mereka, sementara yang hak akan tetap menang dan maju.

Nabi saw bersabda :

"Umatku akan tetap berada dalam kebenaran dan tampil melawan musuh mereka, tidak gentar terhadap orang yang menyakiti mereka, dan yang berusaha menjauhi mereka"

Mereka tidak merasa gentar terhadap bangsa yang telah menyakiti mereka, manakala negara-negara yang berdekatan dengan mereka membiarkan mereka, bahkan berseberangan serta menjauhi mereka, dan ini merupakan khabar gembira bagi para mujahidin yang tetap teguh berada dalam kebenaran sehingga Allah memutuskan perkaranya sementara mereka tetap seperti itu (tegar dengan pendiriannya).

Oleh kerana itu, mendukung warga Al-Quds dengan harta dan senjata serta berbagai bentuk dukungan lainnya adalah kewajiban yang suci, bukan dengan melakukan perdamaian dengan musuh Zionis dan berusaha untuk bersimpati dengannya.

KEEMPAT :
 
Berusaha mencari dan mendapatkan pandangan umum samada di peringkat tempatan atau antarabangsa semata-mata untuk kepentingan dan dukungan kepada Palestin dengan :

a. Menjelaskan dimensi permasalahan kepada masyarakat dunia.
b. Bekerjasama dengan semua organisasi masyarakat awam (organisasi massa/NGO) di seluruh penjuru dunia.
c. Bekerja untuk membangun asas informasi yang mampu menghadapi serangan balas media Zionis sehingga dapat memberikan manfaat.

Sesungguhnya, pengorbanan yang mulia dan darah yang suci yang dipersembahkan oleh para pemuda Palestin adalah merupakan tukaran kepada menuju kemenangan yang sudah dekat, insyaAllah.

Allah swt berfirman :

"Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: "Bila itu (akan terjadi)?" Katakanlah: "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat". (QS Al-Isra : 51)

KENYATAAN DAN KETETAPAN YANG TIDAK PERNAH BERUBAH

Sesungguhnya Islam adalah rahmat bagi seluruh alam dan petunjuk bagi siapa sahaja yang terjerumus dalam kesesatan.

Ketahuilah bahwa dalam agama Islam :

a. Ada ketenangan dan keamanan bagi yang menderita ketakutan.
b. Ada keadilan dan kearifan bagi yang tertimpa kezaliman.
c. Ada kemerdekaan bagi siapa yang mengalami penindasan dan permusuhan.
d. Ada naungan yang meneduhkan bagi yang menginginkan ketenteraman dari kerasnya hiruk pikuk dunia yang secara tegas telah mengalami kegagalan.

"Barangsiapa yang mengikut petunjukKu, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka". (QS Thaha : 123)

Ketahuilah bahwa peraturan dan percaturan antarabangsa telah :

a. Bertambah kezalimannya.
b. Menumpuk kerosakannya.
c. Menyebar kesengsaraannya.
d. Menebarkan di tengah umat manusia perasaan takut, kemiskinan dan berbagai tekanan.
e. Melelehkan begitu banyak air mata kesedihan.
f. Menumpahkan darah seperti air yang mengalir di sungai-sungai.
g. Menebar kehancuran dan kerosakan di merata tempat.

sehingga dengan yang demikian telah menjadikan dunia ini berubah menjadi ladang kehancuran yang tidak diketahui masa berakhirnya kecuali Allah swt.

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatanKu, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit". (QS Thaha : 124)

Ketahuilah pula bahwa musuh-musuh Islam sangat berkeinginan menghancurkan Islam dan berusaha meredupkan cahayanya, padahal sungguh sangat jauh impian yang mereka inginkan!!

Allah swt berfirman :

"Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai". (QS At-Taubah : 32)

Ketahuilah wahai umat manusia bahwa musuh kamua sangat berkeinginan menyimpangkan kamu dari agama yang menjadi sumber kemuliaan kamu dan wasilah menuju kebahagiaan kamu di dunia dan di akhirat.

"Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agama mu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup ". (QS Al-Baqarah : 217)

Ketahui pulalah bahwa musuh-musuh Islam sebenarnya berpecah belah di antara mereka sehingga menjadi berkelompok-kelompok dan berparti.

Bahkan di antara mereka sering terjadi pertikaian, permusuhan di sepanjang sejarahnya, sementara kamu menganggap bahwa mereka dalam satu hati, padahal mereka tidak satu kata dan satu niat kecuali hanya satu tujuan; iaitu memerangi Islam dan pengikutnya…mereka saling membantu dan bersegera berada di tengah mereka sambil berkata :

"Kami takut akan mendapat bencana. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada RasulNya), atau sesuatu keputusan dari sisiNya. Maka kerana itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahsiakan dalam diri mereka". (QS Al-Maidah : 52)

Boleh jadi (semoga) Allah mengirimkan atas mereka orang-orang yang mampu memecah belahkan persatuan mereka dan mengacaubilaukan niat jahat mereka dan menggiring mereka ke tempat yang hina.

Ketahuilah wahai para pembawa petunjuk, bahwa Islam pasti akan menang dengan izin Allah; kerana Allah telah berjanji untuk memenangkan agamaNya.

"Dan Kami sentiasa berkewajiban menolong orang-orang yang beriman". (QS Ar-Rum : 47)

Ya Allah, bebaskanlah Al Aqsa dari tangan-tangan kotor Zionis Israel dan kembalilah tanahnya yang berkat itu kepada pemiliknya yang asal iaitu hamba-hambaMu yang beriman dan bertakwa.

Ameen Ya Rabbal Alameen
WAS

0 comments:

Post a Comment

Alamat Perhubungan

Pertubuhan IKRAM Malaysia (IKRAM) Daerah Kuala Langat
No. A-2-08, Blok A, Tingkat 2,
Jalan Bunga Pekan 9,
Pusat Perniagaan Banting Uptown,
42700 Banting, Selangor.

GPS: 2.811313,101.503486


Back to Top