Terkini...




0

Perkumpulan yang Berkat

Assalamualaikum ikhwah dan akhawat sekalian,

"Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana sahaja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) solat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup." (QS Maryam : 31)Dalam banyak perbincangan, kita sering mendengar ungkapan:


a. Yang penting bukan banyak atau ramai, tapi berkat.

b. Keberkatan ada pada jamaah.

Melalui ungkapan-ungkapan di atas adalah menjadi suatu kepentingan untuk kita meneliti dan memahami perkataan

"Barakah" yang bererti keberkatan.

Menurut dalil-dalil Al-Qur'an dan Al-Hadits, terdapat banyak perkara-perkara yang dinyatakan memiliki keberkatan, misalnya :

1. Al-Masjid Al-Aqsha, Allah swt menyatakan bahwa sekelilingnya adalah tempat yang diberkati oleh-Nya.

"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkati sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (QS Al-Isra': 1)2. Al-Qur'an, Kitab Allah. Ia adalah kitab yang "mubarak" (diberkati oleh Allah swt).

"Dan ini (Al Qur'an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkati; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Qur'an) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya. (QS Al-An'aam : 92)"Dan Al Qur'an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkat yang telah Kami turunkan. Maka mengapakah kamu mengingkarinya? (QS Al-Anbiya': 50)"Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkat supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. (QS Shad : 29)3. Malam waktu turunnya Al Qur'an yang pertama kali juga merupakan

"lailatun mubarakatun" (malam yang diberkati oleh Allah swt).

"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkati dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan". (QS Al-Dukhaan : 3)4. Malaikat yang membawanya turun juga malaikat yang

"mubarak".5. Nabi yang menerimanya juga merupakan nabi yang

"mubarak".6. Umat yang menerimanya adalah

"ummatun mubarakatun" (umat yang diberkati).

7. Tempat turunnya juga merupakan tempat yang

"mubarak" dan semua yang berkaitan dengannya adalah

"mubarak" kerana memang turun dari Zat yang

"tabarak" (yang keberkatannya terus bertambah dan bertambah).

"Maha suci Allah (Tabarakallazi) yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam". (QS Al-Furqan : 1).a. Jadi, adakah ayat yang secara eksplisit menjelaskan bahwa di dunia ini ada manusia yang mubarak?

b. Begitu juga, adakah keberkatan manusia itu dapat diusahakan?

c. Dalam ertikata yang lain, mungkinkah manusia "biasa" menghiasi diri dengan suatu sifat dan akhlaq tertentu atau ia melakukan sesuatu, lalu kerananya ia menjadi manusia yang

"mubarak" atau mendapat keberkatan?

d. Seterusnya jika pertanyaan seperti di atas kita bawa kepada pertemuan-pertemuan dan perkumpulan-perkumpulan yang manusia

"moden" tidak terlepas darinya, adakah wujud di dunia ini pertemuan-pertemuan atau perkumpulan-perkumpulan yang mendapat keberkatan?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, marilah kita ikuti beberapa petikan dari sebuah surat yang ditulis oleh Ibn Al-Qayyim kepada Ala' al-Din, seorang "saudaranya".

Ibn Al-Qayyim menulis seperti berikut:

Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang. Allahlah Zat tempat kita meminta Yang Diharap Pengabulannya. Semoga Dia berbuat ihsan kepada al-akh `Ala' al-Din di dunia dan akhirat, menjadikannya orang yang bermanfaat dan membawa keberkatan di mana pun ia berada kerana keberkatan seseorang ada pada:

a. Pengajarannya terhadap segala jenis kebajikan di mana pun ia berada.

b. Nasihat yang ia berikan kepada semua orang yang berkumpul atau bersama dengannya.

Ketika menceritakan tentang Nabi Isa as, Allah swt berfirman:

"Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana sahaja aku berada". (QS Maryam : 31)Nabi Isa as menjadi manusia yang membawa berkat adalah kerana ia:

1. Menjadi guru kebajikan.

2. Juru dakwah yang menyeru manusia kepada Allah swt.

3. Mengingatkan manusia tentang Allah swt.

4. Mendorong dan memotivasi manusia untuk taat kepada Allah swt.

Inilah sebahagian dari keberkatan seseorang.

Sesiapa sahaja yang tidak memiliki perkara ini, maka :

a. Ia telah kosong dari keberkatan.

b. Keberkatan kewujudan dan perkumpulan dengannya telah terhapus.

c. Keberkatan orang-orang yang bertemu dan berkumpul bersama dengannya juga terhapus.

Oleh yang demikian, pertemuan dan perkumpulan seperti itu hanyalah:

1. Membuang-buang waktu dalam kehidupan.

2. Merosakkan hati.

Semua bencana, masalah dan kemusykilan yang datang kepada seorang manusia, penyebabnya adalah waktu yang tersia-sia dan hati yang rosak dan keduanya merupakan akibat dari:

a. Tersia-sianya "posisi" dia di sisi Allah swt.

b. Turunnya tingkatan dan kedudukan dia di sisi Allah swt.

Oleh kerana itulah, sebahagian ulama' berpesan:

"Waspadalah, jangan berkumpul dan bergaul dengan seseorang yang menyebabkan waktu terbuang sia-sia dan menyebabkan hati rosak, kerana, jika waktu telah terbuang sia-sia dan hati rosak, maka segala urusan manusia menjadi tidak tentu arah dan ia termasuk dalam cakupan firman Allah swt :

"Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas". (QS Al-Kahfi : 28)Sesiapa sahaja yang meneliti keadaan manusia di muka bumi ini, ia akan mendapati bahwa kebanyakan mereka (kecuali sangat sedikit) termasuk dalam kategori :

1. Orang-orang yang hatinya lalai dari mengingati Allah swt

2. Orang-orang yang mengikuti hawa nafsu

Akibatnya, segala urusan dan kemaslahatan mereka menjadi tercerai berai, tidak membawa manfaat kepada mereka, bahkan mudharatnya malah menimpa mereka, baik urusan dunia mahupun akhirat

Dari penjelasan di atas, ada beberapa pelajaran yang boleh kita catat untuk kehidupan dakwah kita sekarang ini :

1. Seseorang boleh menjadi sumber keberkatan apabila memiliki sifat dan karakter sebagai berikut:

i)  Menjadi guru untuk segala jenis kebaikan.

ii) Memberi nasihat kepada semua orang yang ia temui dan yang berkumpul dengannya.

iii)Menjadi juru dakwah yang mengajak manusia untuk kembali kepada Allah swt.

iv)Menjadi pengingat manusia agar mereka tidak lalai.

v) Memotivasi manusia untuk terus taat kepada Allah swt.

2. Jika seseorang tidak memiliki sifat dan karakter seperti di atas, maka, ia telah menjadi manusia yang tidak memiliki keberkatan, bahkan keberadaannya menjadi penyebab hilangnya keberkatan.

3. Suatu pertemuan atau perkumpulan boleh menjadi berkat apabila diisi oleh orang-orang yang memiliki sifat dan karakter di atas dan agendanya memang memenuhi kriteria seperti itu pula.

4. Jika suatu pertemuan atau perkumpulan telah kehilangan suasana seperti di atas, maka pertemuan atau perkumpulan tersebut hanyalah membuang-buang waktu dan merosakkan hati sahaja.

5. Pertemuan atau perkumpulan yang tidak memenuhi kriteria seperti di atas adalah penyebab segala urusan dan kemaslahatan menjadi simpang siur dan boleh mendatangkan segala macam kemudharatan.

6. Suatu pertemuan atau perkumpulan boleh sahaja kehilangan kriteria-kriteria seperti di atas, jika para pengisinya atau pemimpinnya atau pesertanya telah jatuh

"posisinya" pada pandangan Allah swt, na'uzu billah min dzalik.

Surat Ibn Al-Qayyim ini merupakan surat seorang yang berpengalaman yang insyaAllah dengan bashirah-nya telah memberikan penerangan kepada kita, bagaimana sepatutnya kita mengelola pertemuan dan perkumpulan kita, agar diri kita, pertemuan dan perkumpulan kita menjadi sumber keberkatan dalam kehidupan di dunia ini yang akan kita nikmati hasilnya di syurga nanti dengan izin Allah swt.

Ya Allah, jadikanlah pertemuan dan perkumpulan kami sebagai wasilah untuk kami mendapat keberkatan dari Engkau kerana hanya dengan suasana keberkatan inilah engkau akan memberi pertolongan kepada hamba-hambaMu dan akan membuka pintu-pintu rezeki dan menunjuk jalan penyelesaian segala masalah dari jalan yang tidak kami sangka.

Ameen Ya Rabbal Alameen
WAS


Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.

0 comments:

Post a Comment

Alamat Perhubungan

Pertubuhan IKRAM Malaysia (IKRAM) Daerah Kuala Langat
No. A-2-08, Blok A, Tingkat 2,
Jalan Bunga Pekan 9,
Pusat Perniagaan Banting Uptown,
42700 Banting, Selangor.

GPS: 2.811313,101.503486


Back to Top