Terkini...




0

Pemuda Teras Kegemilangan

Assalamualaikum ikhwah dan akhawat sekalian,

Nabi Muhammad saw pernah mengingatkan kita tentang usia.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, "Umur umatku antara 60-70 tahun,"
(HR Tirmidzi)

Rata-rata usia umat Rasulullah saw ini jika diukur dengan usia umat terdahulu
pasti mempunyai perbezaan yang sangat jauh. Bukankah dakwah Nabi Nuh sahaja
selama 950 tahun?

Mengenangkan akan pendeknya usia kita, maka pendek pula waktu yang kita ada
untuk berbuat sesuatu dan mengukir prestasi di dunia ini.

Peringatan ini disampaikan agar kita lebih berhati-hati dengan waktu yang
berlalu tanpa apa-apa hasil karya atau sumbangan kerana tugas kita sebagai
muslim sangatlah besar iaitu mengurus bumi ini.

Ertinya, kita dituntut untuk menjadi gemilang dalam usia belia dan tidak
membuang waktu dengan percuma. Dari sini kita semakin memahami hikmah besar dari
ayat-ayat yang memerintahkan kita untuk memperhatikan waktu dengan sumpah-sumpah
Allah.

1. Demi masa
2. Demi waktu dhuha
3. Demi malam yang menyelimuti
4. Demi siang yang menampakkan diri

Kita pun semakin mengerti di antara tanda-tanda orang yang benar-benar beriman
ialah ia tidak menyia-nyiakan waktu dalam hidupnya.

Mari kita perhatikan ayat berikut :

"Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak
berguna." (QS Al-Mukminun : 3)


Ayat ini terus disampaikan setelah ciri pertama orang yang beriman adalah mereka
yang khusyu' dalam solatnya. Bahkan kesedaran dan kemampuan membayar zakat hanya
disampaikan setelah ayat ini.

Begitu pentingnya tema menjauhi perkara yang tidak berguna dengan dikedepankan
terus setelah solat dan sebelum zakat.

Perkara serupa diulang-ulang dalam ayat yang mengungkap ciri `ibadurrahman
(hamba-hamba Allah Yang Rahman) :

"Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan
di atas muka bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa
mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. " (QS
Al-Furqan : 63)


Orang-orang jahil, kebanyakan waktu hidupnya adalah dalam kesia-siaan. Tidak
mungkin `ibadurrahman berkumpul dengan orang-orang yang hanya membuang percuma
waktu hidupnya. Ayat ini bahkan menjadi ayat pertama yang memberitahu tentang
tanda-tanda hamba Allah yang Maha Pengasih.

Dalam hadits-hadits Nabi juga demikian. Tidak sedikit hadits yang mengingatkan
agar kita tidak terjebak dalam mensia-siakan usia. Di antara sabda beliau yang
singkat tetapi mendalam maknanya adalah :

"Sebaik-baik keislaman seseorang adalah yang meninggalkan perkara yang tidak
bermanfaat baginya." (HR Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Di zaman yang penuh dengan perhitungan material ini, ada suatu ungkapan yang
menggambarkan mahalnya nilai sebuah waktu.

"Time is money", begitulah kata mereka.

Membuang waktu kehidupan dengan sia-sia ertinya membuang wang. Di zaman moden
ini manusia mencuba pelbagai usaha untuk melakukan lompatan potensi dan
keberkesanan dalam segala perkara agar hasil gemilang diraih dalam waktu yang
paling cepat dengan tenaga yang sangat efektif.

Sistem pendidikan formal hari demi hari terus mencuba melakukan keberkesanan itu
tetapi sampai hari ini, kita yang mengikuti laluan pendidikan formal dari awal
hingga akhir memerlukan waktu 15-16 tahun (SR 6 tahun, SM 5 tahun, Universiti
4-5 tahun).

Jika kita masuk Sekolah Rendah dalam usia 7 tahun, ertinya kita baru keluar dari
ruangan kelas dalam umur 23 tahun.

Kebiasaannya, setelah itu baru berfikir untuk berkarya dalam dunia nyata, ada
yang berhasil namun tidak sedikit pula yang tidak tahu apa yang mesti dilakukan.
Ini belum dikira jika dia memulai sekolah sejak tadika atau masih ditambah
dengan sarjana dan Phd selepas ijazah pertama. Begitu panjang masa yang diambil.

MENATAP DALAM-DALAM CERMIN GENERASI AWAL

Begitulah keadaan kita hari ini dan kita ada di dalamnya mengikuti arus dan
laluannya tanpa `protes' sedikit pun atau tanpa ada langkah nyata yang kita
lakukan untuk mengubah status quo yang ada.

Kita mesti sedar dan bangun dari lamunan untuk memperbaiki zaman ini.

a. Bangun dari lamunan bahwa ternyata sistem Islam benar-benar mesti kembali
hari ini.

b. Bangun dari lamunan bahwa memang tidak ada pendidik sebenar seperti
Rasulullah saw yang menjadi tonggak asas semua keberhasilan sistem yang
produktif.

Sejarah Islam akhir zaman yang di mulai dari Nabi Muhammad saw dan generasi
sahabat telah membuktikan perkara ini, "Usia singkat dengan segunung prestasi".

Jika dibuat perkiraan, beginilah urutan perjalanan usia di masa itu :

A. 8 – 10 tahun : Hafal Al-Qur'an 30 juz

B. Belasan tahun : Hafal kitab hadits, belajar fiqh, bahasa dan ilmu-ilmu
lainnya

C. 20 an tahun : Menjadi orang besar dalam masyarakatnya dengan prestasi yang
gemilang

Inilah sistem yang pernah dibuat oleh umat Islam selama memakmurkan bumi ini
dengan prestasi-prestasi yang sesungguhnya hasil karya mereka lebih hebat dari
karya para ilmuwan barat hari ini.

Berikut adalah sebahagian data para penghafal Al-Qur'an di usia yang muda :

1. Imam Syafi'i (150 H-204H) . Hafal Al-Quran ketika usia 7 tahun.

2. Imam Ath-Thabari ( 224 H – 310 H), ahli tafsir . Hafal Al-Quran usia 7 tahun
. Usia 8 tahun menjadi imam solat. Menulis hadits usia 9 tahun.

3. Ibnu Qudamah ( 541 H – 620 H). Hafal Al-Quran usia 10 tahun.

4. Ibnu Sina ( 370 H- 428 H), Hafal Al-Quran umur 5 tahun.

5. Imam Nawawi. Hafal Al-Quran sebelum baligh.

6. Imam Ahmad bin Hanbal . Hafal Al-Quran sejak kecil.

7. Ibnu Khaldun ( 732 H- 808 H). Hafal Al-Quran usia 7 tahun.

8. Imam As-Suyuthi (w: 911 H), hafal Al-Qur'an sebelum umur 8 tahun, umur 15
tahun hafal kitab al-Umdah, Minhaj al-Fiqh wa al-Ushul, Alfiyah Ibn Malik.

9. Umar bin Abdul Aziz, hafal al-Qur'an ketika masih kecil.

10. Ibnu Hajar Al-Atsqalani (w: 852 H) hafal Al-Qur'an ketika berusia 9 tahun.

11. Jamaluddin Al-Mizzi (w: 742 H), hafal al-Qur'an ketika kecil

Amatilah setiap nama di atas nescaya kita akan menemui sebuah fakta yang
istimewa bahwa ternyata menghafal Al-Qur'an 30 juz di usia muda itu sudah
merupakan satu sistem.

Begitu juga ternyata bahwa para penghafal Al-Qur'an menghafal Al-Qu'ran bukan
untuk menjadi ahli agama.

1. Lihatlah Ibnu Sina seorang doktor hebat yang bukunya masih menjadi rujukan di
Eropah hingga abad ke 18 Masehi dan diterjemahkan ke beberapa bahasa dunia.

2. Lihatlah Ibnu Khaldun, seorang ahli sosiologi dan ekonomi muslim yang
teori-teorinya masih hidup hingga ke hari ini.

3. Lihatlah Umar bin Abdul Aziz, seorang pemimpin tertinggi yang fantastik,
hanya dalam 29 bulan mampu membangunkan masyarakat yang adil dan sejahtera.

Ini hanyalah sebahagian dari sistem yang mesti dibangunkan kembali hari ini.

Menghafal Al-Qur'an adalah tangga asas yang mesti dilalui oleh setiap generasi
muslim, walau apapun keahlian mereka nantinya dan inilah sebahagian bukti
kehebatan sistem Islam melahirkan generasi hebat di usia muda dan belia:

1. 11 tahun : Zaid bin Tsabit berhasil menguasai bahasa asing (Bahasa Yahudi)
hanya dalam 17 hari

2. 15 tahun :

a. Abdullah bin Umar ikut dalam jihad pertamanya dalam Perang Uhud setelah
sebelumnya dalam Perang Badar ditolak kerana masih berusia 14 tahun.

b. Imam Syafi'i menjadi mufti.

3. 16 tahun : Zaid bin Tsabit ikut jihad pertama kali dalam Perang Khandak
setelah ditolak penyertaannya dalam Perang Badar kerana usianya baru 12 tahun

4. 17 tahun :

a. Imam Bukhari mendalami hadits dari para gurunya.

b. Abu Hamid Al-Isfirayini menjadi mufti.

5. 18 Tahun :

a. Usamah bin Zaid menjadi panglima perang melawan salah satu pasukan Romawi dan
menang

b.Aisyah menjadi guru besar bagi masyarakat muslim sepeninggalan Rasulullah saw
yang berlangsung selama 47 tahun, setelah membuktikan dirinya menjadi pelajar
yang hebat pada usia 9-18 tahun.

c. Imam Bukhari mulai menulis.

6. 22 tahun :

a. Zaid bin Tsabit memimpin pasukan pengumpul mushaf Al-Qur'an di masa
kekhalifahan Abu Bakar.

b. Sultan Muhammad Al-Fatih menjadi Sultan Turki Utsmani

7. 23 tahun : Umar bin Abdul Aziz menjadi gabenur Madinah

8. 24 tahun :

a. Fatimah meninggal dan telah melahirkan dan mendidik dua orang yang hebat
dalam sejarah Islam iaitu Hasan dan Husain.

b. Sultan Muhammad Al-Fatih menakluki benteng lagenda, Konstantinopel.

Inilah di antara produk sistem Islam yang bermula dari sistem yang telah
digagaskan di Madinah secara langsung oleh pendidik yang terbaik sepanjang
sejarah iaitu Rasulullah saw.

Dengan paparan-paparan di atas, semoga akan timbul di pemikiran kita akan
pertanyaan-pertanya an berikut :

1. Ke manakah kita dan generasi kita pada usia-usia tersebut?

2. Mengapa kita tidak belajar terus dari sistem yang telah dirintis oleh
Rasulullah saw di Madinah?

3. Sistem apakah yang dipakai oleh Rasulullah saw sehingga mampu melahirkan
generasi Islam yang hebat di usia yang muda?

Ya Allah, sesungguhnya kami memahami dan meyakini bahwa kegemilangan umat ini
tidak akan mampu dibangkitkan kembali melainkan kami mengikuti semula cara dan
pendekatan yang telah dilakukan oleh generasi awal Islam. Kembalikanlah generasi
muda kami, teguhkanlah keimanan mereka dan kurniakanlah segala kekuatan yang
diperlukan melalui usaha dan pengorbanan mereka semoga Islam kembali gemilang.

Ameen Ya Rabbal Alameen
WAS

0 comments:

Post a Comment

Alamat Perhubungan

Pertubuhan IKRAM Malaysia (IKRAM) Daerah Kuala Langat
No. A-2-08, Blok A, Tingkat 2,
Jalan Bunga Pekan 9,
Pusat Perniagaan Banting Uptown,
42700 Banting, Selangor.

GPS: 2.811313,101.503486


Back to Top